Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau.
Momen penuh haru mewarnai tahapan akhir proses seleksi Calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap (TBS) Kota Lubuklinggau yang berlangsung pada Senin, (08/06/2026). Di antara para peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, sosok muda putra daerah, Feri Isrop, SH., CPLA, menjadi perhatian karena berhasil menuntaskan seluruh tahapan hingga sesi wawancara akhir yang dipimpin langsung oleh Walikota Lubuklinggau selaku pemilik modal perusahaan daerah tersebut.
Tahapan wawancara merupakan bagian penting dalam proses penilaian akhir yang dilakukan Panitia Seleksi untuk menentukan figur terbaik yang akan memimpin perusahaan penyedia layanan air bersih milik Pemerintah Kota Lubuklinggau. Proses tersebut berlangsung lancar, objektif, dan penuh nuansa emosional bagi para peserta yang telah berjuang melewati berbagai tahapan seleksi.
Usai menjalani wawancara, Feri Isrop bersama Walikota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, serta jajaran Panitia Seleksi melakukan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan penutup rangkaian kegiatan seleksi.
Namun di balik dokumentasi tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang putra daerah yang mengaku tidak pernah membayangkan dirinya dapat berada pada titik tersebut. Dengan mata berbinar dan penuh rasa syukur, Feri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti proses seleksi hingga tahap akhir.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Lubuklinggau, Panitia Seleksi, dan seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan kepada saya. Sebagai masyarakat biasa, tentu ada rasa haru dan bangga karena bisa sampai pada tahapan terakhir ini,” ungkap Feri Isrop usai melaksanakan Sholat Ashar di mushola lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau.
Pernyataan tersebut menggambarkan kerendahan hati sosok muda yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan profesinya sebagai praktisi hukum. Feri merupakan putra asli Kota Lubuklinggau yang tumbuh dan besar di tengah masyarakat, sehingga memahami berbagai kebutuhan serta harapan warga terhadap pelayanan publik yang lebih baik.
Rekam jejaknya juga menunjukkan pengalaman yang cukup luas. Pada tahun 2024, ia pernah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia dan Thailand. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam memperluas wawasan mengenai tata kelola, pelayanan publik, serta pengembangan sumber daya manusia di era global.
Selain aktif di bidang hukum, Feri juga dikenal sebagai penggiat sosial yang sering terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kedekatannya dengan masyarakat dinilai menjadi salah satu modal penting dalam membangun komunikasi dan pelayanan yang lebih responsif apabila dipercaya memimpin PDAM Tirta Bukit Sulap.
Dalam kesempatan tersebut, Feri tidak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi perusahaan daerah tersebut apabila diberikan amanah sebagai Direktur.
Menurutnya, PDAM Tirta Bukit Sulap memiliki sejarah panjang sebagai salah satu perusahaan daerah yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Lubuklinggau. Karena itu, ia ingin mengembalikan semangat kejayaan yang pernah dirasakan pada era 1990-an melalui berbagai inovasi dan terobosan yang relevan dengan tantangan saat ini.
“Saya siap mengemban amanah dan berkomitmen membawa PDAM Tirta Bukit Sulap kembali ke masa kejayaannya. Saya ingin perusahaan ini menjadi lebih profesional, transparan, sehat secara manajemen, serta berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan sebuah perusahaan daerah tidak hanya diukur dari aspek bisnis semata, tetapi juga dari kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Oleh sebab itu, jika dipercaya memimpin, dirinya akan mengedepankan kerja sama dengan seluruh karyawan dan jajaran perusahaan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut mendapat perhatian karena muncul dari sosok generasi muda yang berani tampil membawa gagasan baru di tengah tantangan pengelolaan perusahaan daerah yang semakin kompleks. Di era modern saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang berkualitas terus meningkat sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap sendiri menjadi momentum penting bagi masa depan perusahaan daerah tersebut. Masyarakat berharap figur yang terpilih nantinya mampu menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan, serta membawa perusahaan menjadi lebih maju dan kompetitif.
Bagi Feri Isrop, perjalanan mengikuti seleksi ini bukan sekadar tentang jabatan. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk mengabdi kepada daerah kelahirannya. Dari seorang masyarakat biasa hingga menjadi kandidat yang mengikuti tahap akhir seleksi, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa putra daerah memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kini, hasil akhir seleksi tinggal menunggu keputusan. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas, semangat pengabdian dan optimisme untuk membangun PDAM Tirta Bukit Sulap telah menjadi pesan kuat yang disampaikan Feri Isrop kepada masyarakat Kota Lubuklinggau.
(Red/An)













