Ulasanrakyat.Com — Musi Rawas. Proyek rehabilitasi Masjid Agung Darussalam Musi Rawas kembali menjadi sorotan tajam publik. Hingga Selasa (02/12/2025), kondisi terbaru di lapangan menunjukkan pekerjaan yang menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar itu masih jauh dari rampung, padahal masa kerja 150 hari akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan.
Pantauan langsung menunjukkan aktivitas para pekerja masih berlangsung intens. Mereka terlihat mengebut pemasangan kubah, komponen utama dalam proyek rehabilitasi yang diklaim menelan porsi terbesar dari total anggaran. Namun fakta di lapangan memperlihatkan bahwa pekerjaan kubah belum berdiri sempurna, bahkan beberapa material masih berada di area kerja dan belum terpasang secara keseluruhan.
Percepatan pekerjaan tampak dilakukan sejak pagi hingga sore, namun publik menilai proyek ini sudah berada dalam fase kritis karena tenggat waktu tinggal hitungan hari masa kerja, beberapa bagian masjid masih terlihat dalam proses pengerjaan, bukan tahap finishing seperti yang semestinya terjadi menjelang batas waktu berakhir.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa proyek dengan anggaran sebesar itu tidak menunjukkan progres signifikan mendekati deadline?
Warga yang ditemui di sekitar lokasi juga mempertanyakan komitmen penyelesaian tepat waktu.
“Saya lihat setiap hari dikebut, tapi kok masih banyak yang belum selesai. Waktu tinggal sedikit, takutnya nanti molor lagi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Bagian kubah adalah struktur paling krusial sekaligus paling mahal dalam proyek ini. Namun sampai hari ini, struktur tersebut belum terpasang secara final. Bentuk kubah yang disebut masuk dalam rincian penggunaan anggaran sekitar Rp 7 miliar juga masih belum terlihat utuh berdiri.
Kondisi ini menimbulkan dugaan publik bahwa perencanaan dan manajemen proyek kemungkinan tidak berjalan optimal. Apalagi kubah merupakan ikon visual masjid, sehingga setiap keterlambatan langsung memantik perhatian masyarakat luas.
Besarnya anggaran rehab masjid yang menyentuh angka miliaran rupiah membuat publik menuntut transparansi lebih. Dengan progres yang tampak belum mencapai 100%, muncul berbagai suara dari masyarakat:
Apakah proyek ini akan benar-benar selesai dalam sisa waktu yang sangat singkat?
Apakah anggaran Rp 7 miliar digunakan sesuai peruntukan?
Apakah pihak pengawas proyek melakukan pengawasan maksimal?
Apa kendala utama yang menyebabkan keterlambatan signifikan ini?
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana mengenai penyebab keterlambatan ataupun jaminan bahwa proyek akan rampung sesuai jadwal.
Dengan waktu tinggal beberapa hari lagi, publik khawatir bahwa penyelesaian proyek akan lebih mengutamakan kecepatan daripada kualitas. Kondisi inilah yang menjadi sorotan paling kuat jangan sampai rehabilitasi masjid megah ini hanya mengejar deadline, mengorbankan kualitas bangunan yang seharusnya bertahan puluhan tahun.
Masjid Agung Darussalam bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol kemegahan dan identitas masyarakat Musi Rawas. Keterlambatan atau ketidaksesuaian kualitas akan menjadi catatan tersendiri bagi warga dan pengamat pembangunan daerah.
Di tengah besarnya harapan publik, waktu semakin mendesak. Masyarakat kini menunggu langkah nyata pihak terkait untuk menjelaskan kondisi real proyek dan memastikan pekerjaan ini selesai dengan baik, bukan sekadar selesai secara administratif.
Dalam beberapa hari ke depan, publik akan melihat apakah proyek yang menghabiskan anggaran besar ini benar-benar dapat dirampungkan atau justru menjadi polemik baru terkait efektivitas penggunaan dana daerah.
(Red/An)

















