Ulasanrakyat.Com — Musi Rawas. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Musi Rawas kembali menuai sorotan publik. Pantauan di lapangan, lampu jalan di depan Masjid Agung Darussalam hingga area depan Kantor Dinas Kesehatan (DINKES) Musi Rawas terlihat tetap menyala terang pada siang hari, Rabu (03/12/2025). Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran dan lemahnya pengawasan instansi terkait.
Fenomena PJU menyala di siang bolong bukan hanya sekadar persoalan teknis, melainkan juga mencerminkan buruknya tata kelola fasilitas umum yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, penggunaan energi listrik yang tidak tepat waktu berpotensi menambah beban anggaran daerah serta menunjukkan ketidaktepatan dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan.
Sejumlah warga pengguna jalan mengaku kesal melihat kondisi tersebut. Salah satunya, Hanafia (26), warga yang setiap hari melintasi kawasan perkantoran Pemkab Musi Rawas.
Ia menjelaskan bahwa PJU di kawasan jalan alternatif dari Kantor Bupati depan Masjid Agung Darussalam menuju Bundaran Agropolitan Center sebagian menyala sejak pagi hari hingga siang.
“Sudah dari pagi tadi LPJU di jalan alternatif depan Masjid Agung Darussalam arah ke Bundaran Agropolitan Center sebagian menyala siang hari. Heran juga dengan kerja petugasnya. Padahal setiap hari mungkin lewat dari sini,” ujarnya.
Hanafia mengaku bukan hanya kali ini ia melihat kondisi semacam itu. Bahkan menurutnya, di area perkantoran saja lampu tetap menyala, yang menimbulkan tanda tanya mengenai efektivitas pengawasan.
“Aneh jugalah, di komplek kantor Bupati saja LPJU dibiarkan menyala, apalagi di tempat lain,” tambahnya.
PJU yang hidup di siang hari bukan hanya merugikan dari sisi penggunaan energi, tetapi juga membuka peluang pemborosan keuangan daerah. Dengan durasi pemakaian listrik yang lebih panjang dari seharusnya, biaya operasional tentu meningkat dan membebani APBD.
Selain itu, kerusakan sistem otomatis lampu atau kurangnya kontrol petugas lapangan juga menimbulkan potensi risiko keselamatan, terutama jika ada gangguan pada jaringan atau komponen listrik.
Kondisi ini seharusnya dapat ditangani cepat apabila ada pelaporan dan tindak lanjut dari instansi teknis terkait. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan ini sering berulang dan belum mendapat penanganan yang memadai.
Hanafia berharap di bawah kepemimpinan Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, persoalan-permasalahan kecil namun krusial seperti ini dapat ditangani lebih serius.
“Terutama soal kepedulian petugas pada tugasnya. Hal seperti ini terlihat sepele, tapi mencerminkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas pemeliharaan PJU, termasuk peningkatan pengawasan rutin agar lampu-lampu tidak dibiarkan menyala tanpa kontrol.
Persoalan teknis seperti sensor waktu yang rusak, panel kontrol bermasalah, hingga jaringan listrik yang error sebenarnya bisa diatasi apabila petugas melakukan pengecekan rutin. Laporan cepat dari masyarakat juga sangat membantu agar kerusakan dapat segera diperbaiki tanpa menimbulkan pemborosan energi dan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai alasan PJU menyala pada siang hari di kawasan pusat kota tersebut.
Namun publik berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dengan melakukan pemeriksaan, perbaikan, serta pengawasan berkala.
(Red/An)



















