banner 728x250

Kubah Masjid Agung Darussalam Musi Rawas Rampung, Anggaran Rp7 Miliar Tuai Tanda Tanya Publik

banner 120x600
banner 468x60

Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Rehabilitasi kubah Masjid Agung Darussalam Kabupaten Musi Rawas akhirnya tampak rampung. Pada Selasa (16/12/2025), kubah masjid kebanggaan masyarakat Musi Rawas tersebut terlihat sudah terpasang secara utuh. Namun, alih-alih menuai pujian, proyek dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp7 miliar ini justru memicu sorotan dan kritik dari berbagai kalangan.

Secara visual, kubah Masjid Agung Darussalam dinilai tampak biasa-biasa saja. Tidak terlihat adanya keunikan desain, ciri khas arsitektur, maupun kemewahan material yang mencerminkan besarnya anggaran rehabilitasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: ke mana sebenarnya anggaran Rp7 miliar itu dialokasikan?

banner 325x300

Masjid Agung Darussalam sebagai ikon religius dan pusat kegiatan keagamaan di Musi Rawas seharusnya menghadirkan nilai estetika dan kualitas bangunan yang mencerminkan wibawa serta kebanggaan daerah. Namun hasil akhir rehab kubah justru dinilai tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya atau bahkan dengan kubah masjid pada umumnya.

“Kalau dilihat sepintas, tidak ada yang istimewa. Padahal anggarannya sampai miliaran rupiah. Wajar kalau masyarakat bertanya-tanya,” ungkap salah seorang warga Musi Rawas, Mulyadi.

Sorotan publik ini tidak semata memperdebatkan soal selera atau keindahan bangunan. Lebih dari itu, masyarakat menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Proyek bernilai besar, terlebih yang menyangkut fasilitas publik dan rumah ibadah, idealnya disertai dengan keterbukaan informasi, mulai dari perencanaan, spesifikasi teknis, jenis material, hingga rincian biaya.

Di tengah kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang beragam, penggunaan anggaran daerah sebesar Rp7 miliar untuk rehabilitasi kubah masjid tentu menjadi perhatian serius. Publik berharap dana tersebut benar-benar digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan peruntukannya, bukan sekadar formalitas proyek.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai detail penggunaan anggaran rehab kubah Masjid Agung Darussalam. Ketiadaan informasi inilah yang memicu berbagai spekulasi dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Masyarakat Musi Rawas berharap pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi pelaksana proyek, segera memberikan klarifikasi terbuka. Transparansi bukan hanya untuk meredam polemik, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik agar tidak muncul dugaan-dugaan negatif yang berlarut-larut.

Masjid Agung Darussalam bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol keagamaan dan persatuan umat. Karena itu, setiap rupiah anggaran yang digunakan untuknya seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan jelas kepada masyarakat.

(Red/An).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *