Ulasanrakyat.Com — Musi Rawas. Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui panen serentak jagung Kuartal IV yang digelar pada Kamis, 08 Januari 2026, bertempat di Kampung Bali, Desa Suro, wilayah Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong swasembada pangan, khususnya komoditas jagung sebagai penopang pangan dan pakan nasional.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Muara Beliti, bersama unsur Forkopimda dan OPD terkait, antara lain jajaran Polres Musi Rawas, Kodim 0406/Lubuklinggau, Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Musi Rawas, Balai Penyuluhan Pertanian tingkat kecamatan, serta kelompok tani Desa Suro sebagai ujung tombak produksi.
Camat Muara Beliti saat diwawancarai Awak Media dilokasi kegitan panen jagung, ia menegaskan bahwa panen serentak ini bukan sekadar seremoni, melainkan indikator keberhasilan kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah. Menurutnya, jagung memiliki peran strategis selain untuk konsumsi, juga sebagai bahan baku pakan ternak sehingga peningkatan produktivitasnya berdampak langsung pada stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
“Program ketahanan pangan nasional harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kehadiran seluruh unsur hari ini adalah wujud dukungan konkret agar produksi meningkat, distribusi lancar, dan petani mendapat nilai tambah,” ujarnya di sela kegiatan panen.
Senada dengan itu, perwakilan Forkopimda menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, mulai dari penyediaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, hingga akses pasar. Dukungan aparat keamanan juga dinilai krusial untuk memastikan iklim usaha tani yang kondusif, aman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, kelompok tani Desa Suro menyambut baik panen serentak Kuartal IV ini. Mereka berharap sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca, fluktuasi harga, dan kebutuhan sarana produksi. Dengan pendampingan teknis dari penyuluh dan dukungan kebijakan daerah, petani optimistis produktivitas jagung di wilayah Muara Beliti akan terus meningkat.
Panen serentak jagung di Kampung Bali ini diharapkan menjadi model penguatan ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus kontribusi nyata Kabupaten Musi Rawas dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
(Red/An)

















