Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Desa Mambang, Kecamatan Muara Kelingi. Hari Jumat (05/12/2025) menjadi saksi ketika seorang warga bernama Iksan (56) akhirnya memberanikan diri membuka suara melalui salah satu media online. Kata-kata yang ia sampaikan tidak sekadar keluhan biasa, tetapi sebuah ungkapan hati mendalam dari seorang kepala keluarga yang tengah menghadapi keputusan berat dalam hidupnya.
Saat di wawancarai Awak Media Online terlihat Dengan nada kecewa dan penuh tekanan batin, Iksan menceritakan bahwa ia telah menunggu hasil sebuah keputusan penting selama berminggu-minggu. Namun, apa yang ia terima justru jauh dari harapan.
“Saya sangat kecewa, saya sudah menunggu hasil ini lama sekali, tapi ternyata keputusan itu tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan,” ungkapnya dengan nada getir.
Dalam kekecewaan yang menumpuk, Iksan berharap bisa mendapatkan klarifikasi yang jelas. Baginya, keputusan besar dalam keluarga seharusnya tidak dibuat tanpa alasan yang terbuka.
Ia mempertanyakan apakah selama ini ada kesalahan dirinya sebagai kepala keluarga, atau ada faktor lain yang tidak pernah ia ketahui namun memengaruhi keputusan tersebut.
“Saya ingin tahu apakah ada kesalahan saya selama ini? Atau ada alasan lain di balik keputusan itu?” ucapnya lirih.
Kejujuran dan keterbukaan, menurutnya, adalah jalan satu-satunya untuk memperbaiki keadaan. Walaupun terpukul, Iksan mengaku tidak lantas menyerah. Ia menyadari bahwa dirinya memiliki kekurangan, tetapi ia juga percaya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
“Saya mohon tolong pertimbangkan kembali keputusan ini. Beri saya kesempatan membuktikan diri,” katanya penuh ketulusan.
Ia bersedia berbenah dan memperbaiki diri sebagai kepala keluarga demi menjaga keharmonisan yang selama ini ia perjuangkan.
Dalam kesedihan yang ia alami, Iksan tetap mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan dukungan moral kepadanya. Dukungan itu membuatnya tetap bertahan ketika situasi mulai melemahkan semangatnya.
Ia berjanji akan terus belajar, memperbaiki diri, dan berjuang mencapai tujuan hidupnya.
“Saya yakin jika saya terus berusaha, saya bisa mencapai tujuan saya. Saya tidak akan menyerah.”jelasnya
Harapan itu menjadi penguat dirinya untuk tetap berdiri di tengah goncangan kehidupan.
Pesan Menyentuh untuk Istri dan Saudara: “Harta dan Jabatan Hanya Titipan”ungkapnya.
Dalam keterpurukan, Iksan menyampaikan pesan penuh makna kepada istri dan keluarganya.
“Harta, gaji, jabatan, semua hanya titipan dari Allah SWT. Yang tetap selamanya adalah hubungan keluarga dan kasih sayang,” tegasnya.
Kata-katanya menggambarkan bahwa baginya, keluarga adalah prioritas utama, bukan kekayaan atau jabatan.
Meski hati terluka, Iksan menegaskan bahwa ia masih memiliki harapan besar untuk masa depan. Ia ingin keputusan tersebut ditinjau ulang, dan ia mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Saya hanya ingin keluarga kecil kami bisa berkumpul lagi seperti dahulu. Dalam hati saya bertanya… masih adakah keadilan untuk diriku?”papar dia.
Pertanyaan itu menggambarkan luka yang dalam namun tetap menyimpan cahaya kecil yang ia peluk erat.
Kisah Pak Iksan bukan sekadar ungkapan sedih. Ini adalah cermin dari banyak kepala keluarga yang berjuang mempertahankan rumah tangga di tengah badai. Pembaca melihat ketulusan dan perjuangan seorang ayah yang tidak ingin menyerah pada keadaan.
Melalui keluh kesahnya, ia mengirim pesan kuat bahwa cinta, kesabaran, dan harapan adalah senjata terakhir yang dimiliki seseorang ketika keputusan hidup tidak berpihak kepadanya.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa setiap keputusan memiliki dampak besar pada seseorang dan bahwa klarifikasi, transparansi, serta kesempatan kedua bisa menjadi penyelamat bagi banyak hubungan.
(Helmi)

















