banner 728x250

HUT RI ke-81 di Desa Suro Terganggu Mati Lampu, Warga Pertanyakan Pelayanan PLN Muara Beliti.

Ulasanrakyat.com – Muara Beliti. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Senin (17/08/2026), yang seharusnya berlangsung meriah justru diwarnai pemadaman listrik.

Di tengah masyarakat yang sedang menggelar berbagai perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan, aliran listrik tiba-tiba padam. Kondisi tersebut sontak membuat sejumlah warga mengeluh dan mempertanyakan keandalan pelayanan listrik di wilayah mereka.

Yang menjadi sorotan warga, pemadaman terjadi ketika kondisi cuaca sedang cerah. Tidak ada hujan maupun angin kencang yang sebelumnya kerap dianggap sebagai salah satu faktor pemicu gangguan jaringan listrik.

Bagi masyarakat Desa Suro, pemadaman pada momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar persoalan listrik mati. Gangguan tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga yang tengah berkumpul dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Salah seorang warga Desa Suro Iwan (30) mengaku kecewa. Ia mengatakan, pemadaman listrik seperti itu bukan kali pertama terjadi sehingga mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Lagi acara perlombaan memperingati HUT RI kok malah mati lampu. Ini sudah sering terjadi, kami resah,” ujarnya.

Menurut warga tersebut, pemadaman tanpa adanya pemberitahuan menjadi persoalan tersendiri. Masyarakat berharap pelanggan mendapatkan informasi apabila terjadi gangguan, terlebih ketika pemadaman berlangsung pada saat warga sedang melaksanakan kegiatan penting.

“Tak ada hujan, tak ada angin, lampu mati. PLN tak jelas,” tambahnya dengan nada kecewa.

Keluhan warga semakin menguat karena hingga berita ini diturunkan tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya yang diterima masyarakat terkait pemadaman tersebut.

Warga pun mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada jaringan listrik di wilayah Desa Suro. Mereka meminta adanya penjelasan yang terbuka agar masyarakat tidak hanya menerima kondisi listrik padam tanpa mengetahui penyebabnya.

Saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp mengenai pemadaman tersebut, petugas PLN Muara Beliti menyampaikan bahwa gangguan listrik memang sedang terjadi. Petugas juga disebut masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber permasalahan.

“Lagi ado gangguan yo pak, petugas masih penelusuran,” kata petugas PLN Muara Beliti.

Keterangan tersebut menjadi jawaban sementara atas keluhan masyarakat. Namun, bagi warga, penanganan gangguan secara cepat dan komunikasi yang jelas tetap menjadi hal penting.

Masyarakat berharap petugas segera menemukan sumber gangguan sehingga pasokan listrik dapat kembali normal dan kegiatan warga tidak semakin terganggu.

Lebih dari itu, warga meminta PLN tidak berhenti pada penanganan ketika gangguan sudah terjadi.
Pemeliharaan jaringan secara berkala dinilai perlu ditingkatkan untuk mencegah persoalan serupa terus berulang.

Pemadaman listrik pada momentum HUT Kemerdekaan RI menjadi sorotan tersendiri bagi masyarakat Desa Suro. Ketika masyarakat seharusnya menikmati suasana perayaan kemerdekaan, mereka justru harus berhadapan dengan persoalan pelayanan dasar.

Warga menilai listrik saat ini telah menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan sosial, perlombaan, hiburan, hingga aktivitas rumah tangga.

Karena itu, ketika listrik padam berulang dan informasi mengenai gangguan tidak disampaikan secara memadai, keresahan pelanggan semakin meningkat.

Masyarakat berharap PLN Muara Beliti dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan yang terjadi, sekaligus memastikan langkah penanganan agar pemadaman tidak kembali terjadi secara berulang.

Bagi warga Desa Suro, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya menjadi kesempatan untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh suka cita. Namun, padamnya listrik justru membuat kemeriahan perayaan sedikit terganggu.

Kini masyarakat menunggu bukan hanya kembalinya aliran listrik, tetapi juga kepastian bahwa persoalan serupa tidak terus berulang.

Warga berharap PLN meningkatkan keandalan jaringan listrik di wilayah pedesaan serta memberikan informasi yang cepat dan jelas kepada pelanggan setiap kali terjadi gangguan.

Sebab bagi masyarakat, pelayanan listrik yang andal bukan sekadar soal menyalakan lampu, melainkan bagian dari kebutuhan dasar yang menopang aktivitas sehari-hari.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *