Ulasanrakyat.com – Muara Beliti. Komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel kembali diperlihatkan melalui keikutsertaannya dalam kegiatan Penguatan Pengawasan Internal di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (20/07/2026).
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Herdianto, Amd.IP, SH, M.Si., bersama seluruh jajaran di ruang rapat Lapas. Agenda ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik di seluruh satuan kerja.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pengawasan internal sebagai instrumen utama dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, serta potensi pelanggaran yang dapat menghambat terciptanya pelayanan publik yang profesional.
Pengawasan internal tidak hanya dipandang sebagai mekanisme pengendalian semata, tetapi juga menjadi budaya kerja yang harus melekat dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur. Dengan pengawasan yang berjalan secara konsisten, setiap pegawai diharapkan mampu bekerja sesuai aturan, menjunjung tinggi integritas, serta bertanggung jawab terhadap setiap amanah yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti juga semakin memahami bahwa keberhasilan reformasi birokrasi sangat ditentukan oleh komitmen setiap aparatur dalam menjaga integritas dan akuntabilitas. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Keikutsertaan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti merupakan bukti nyata dukungan terhadap kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat sistem pengawasan internal secara berkelanjutan. Dengan sistem pengawasan yang efektif, berbagai potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Selain memperkuat integritas pegawai, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang terus didorong pemerintah agar setiap instansi mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berharap nilai-nilai integritas, profesionalisme, disiplin, serta akuntabilitas yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, institusi pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Melalui penguatan pengawasan internal yang dilakukan secara berkesinambungan, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti optimistis mampu menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin terpercaya, meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan yang bebas dari praktik penyimpangan.
(M.Syafe’i)













