Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau.
Komitmen memperkuat sinergi dan soliditas antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan kembali ditunjukkan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Melalui kehadiran dalam acara Pisah Sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Lubuklinggau, Lapas Narkotika Muara Beliti menegaskan dukungannya terhadap proses regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkokoh koordinasi demi meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan tersebut dihadiri jajaran pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparat Penegak Hukum (APH), serta berbagai tamu undangan dari berbagai instansi.
Dalam kesempatan itu, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti diwakili langsung oleh Kepala Lapas, Herdianto. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi menjadi simbol kuat dukungan terhadap estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa kemajuan bagi lembaga pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan.
Herdianto turut menyampaikan ucapan selamat kepada Kalapas yang baru sekaligus memberikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama memimpin Lapas Kelas IIA Lubuk Linggau. Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam pelayanan publik.
“Momentum pisah sambut ini bukan hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan menjadi ruang strategis untuk mempererat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar UPT Pemasyarakatan. Dengan sinergi yang semakin kuat, pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan akan semakin optimal,” ujar Herdianto. Rabu (29/07/2026).
Ia menegaskan bahwa tantangan pemasyarakatan saat ini menuntut seluruh jajaran untuk terus memperkuat kerja sama lintas UPT. Mulai dari aspek pembinaan warga binaan, pengamanan, hingga peningkatan pelayanan publik harus dilaksanakan secara terpadu agar mampu mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, dan berintegritas.
Menurutnya, hubungan baik yang selama ini telah terjalin harus terus dipelihara melalui komunikasi yang intensif serta semangat saling mendukung dalam menjalankan tugas negara.
Kehadiran Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa koordinasi antar-UPT bukan hanya sebatas formalitas, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun kekompakan institusi. Dengan kebersamaan yang terus terjalin, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Sumatera Selatan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui momentum pisah sambut ini, semangat kolaborasi dan silaturahmi antarpegawai pemasyarakatan kembali diperkuat. Regenerasi kepemimpinan diharapkan menjadi energi baru untuk menghadirkan inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
(Red/An)













