banner 728x250

Linggau Juara. Mulai Terasa, Feri Isrop Soroti Transparansi Infrastruktur di Era Rachmat–Rustam

banner 120x600
banner 468x60

Ulasanrakyat.Com – Lubuklinggau. Slogan “Linggau Juara” bukan sekadar kalimat motivasi. Ia adalah visi besar Lubuklinggau yang bermakna Maju Kotanya, Sejahtera Warganya. Sebuah tekad untuk menjadikan kota ini unggul, berdaya saing, dan terdepan dalam pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan.

Memasuki kurang lebih dua tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat dan H. Rustam Effendi, visi tersebut mulai diuji oleh realitas. Sebagian masyarakat mengaku telah merasakan dampak program. Namun di sisi lain, muncul dorongan agar tata kelola pemerintahan semakin terbuka.
Calon advokat muda, Feri Isrop, SH., CPLA., dalam wawancara melalui WhatsApp, Senin (16/2/2026), menyampaikan pandangannya secara lugas. Ia menilai program yang selama ini digaungkan mulai menunjukkan hasil konkret meski masa jabatan belum genap dua tahun.

banner 325x300

“Program yang digaung-gaungkan sepertinya sudah terlihat hasilnya kurang dari masa jabatan kepemimpinan lebih kurang dua tahun,” ujarnya.

Feri mencontohkan sektor pendidikan sebagai salah satu indikator keberhasilan. Program seragam gratis bagi siswa TK, SD, hingga SMP dinilai meringankan beban orang tua di tengah tekanan ekonomi.

Tak hanya itu, layanan berobat gratis cukup menggunakan KTP juga disebut sebagai langkah progresif yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Masyarakat sudah merasakan dari segi pendidikan program seragam gratis dari tingkat TK, SD dan SMP. Kemudian kesehatan berobat gratis menggunakan KTP,” katanya.
Program tersebut dinilai sejalan dengan makna “Sejahtera Warganya” yang menjadi roh dari slogan Linggau Juara.

Di sektor infrastruktur, Feri melihat adanya perkembangan yang cukup signifikan. Perbaikan jalan di kawasan Lubuklinggau Utara II serta penataan Alun-Alun Merdeka menjadi contoh yang mudah dilihat publik.

Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal kuantitas dan tampilan fisik. Lebih dari itu, kualitas dan transparansi harus menjadi prioritas.

“Begitu pun dengan infrastruktur sudah terlihat perkembangan. Tapi potensi kualitas dari infrastruktur dan mekanisme penunjukan kontraktor ini harus lebih terbuka ke ruang publik,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui proses tender proyek, siapa pemenangnya, serta asal perusahaan yang mengerjakan pekerjaan tersebut.

Ia menilai keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah potensi persoalan di kemudian hari.

Pernyataan Feri bukan semata kritik, melainkan bentuk kontrol sosial agar visi besar “Linggau Juara” benar-benar berdiri di atas fondasi tata kelola yang akuntabel.

Dalam dinamika pembangunan daerah, apresiasi dan kritik adalah dua hal yang berjalan beriringan.

Program yang dirasakan manfaatnya tentu layak diapresiasi. Namun transparansi dan kualitas tetap menjadi standar yang tidak bisa ditawar.

Kini publik menanti, apakah semangat “Linggau Juara” akan terus diperkuat dengan keterbukaan informasi dan peningkatan kualitas pembangunan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah slogan bukan diukur dari seberapa sering ia digaungkan, melainkan seberapa nyata ia dirasakan dan seberapa bersih ia dijalankan.

(Red/An)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *