Ulasanrakyat.com – Lubuklinggau. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas (Mura) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia insan pers melalui Pelatihan Jurnalistik bertema “Meningkatkan Kompetensi Wartawan melalui Karya Jurnalistik Kompetitif untuk Kemajuan Daerah” yang digelar di Hotel Dewinda Kita, Kota Lubuklinggau, Rabu (22/7/2026).
Mengusung tagline “Menulis dengan Perspektif, Berkarya dengan Prestasi”, kegiatan ini diikuti wartawan dari berbagai media cetak, online hingga elektronik yang bertugas di Kabupaten Musi Rawas. Pelatihan menghadirkan Wartawan Utama Maspril Aries sebagai narasumber utama yang membagikan pengalaman sekaligus strategi menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan berdaya saing.
Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Musi Rawas, Mukhlisin, S.H., M.H., yang hadir mewakili Bupati Musi Rawas. Turut hadir Kabid Diskominfo Musi Rawas Sepri mewakili Kepala Dinas Kominfo, Kasi Humas Polres Musi Rawas Ipda Aji Lamsari, perwakilan Kesbangpol, pengurus serta anggota PWI Musi Rawas.
Ketua PWI Musi Rawas Jhuan Silitonga mengatakan pelatihan ini lahir dari kebutuhan nyata agar wartawan tidak hanya piawai membuat straight news, tetapi juga mampu menghasilkan tulisan yang lebih mendalam seperti feature, investigasi, hingga karya jurnalistik kompetisi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat wartawan dituntut bukan sekadar cepat menyampaikan informasi, melainkan juga mampu menghadirkan tulisan yang akurat, berimbang, mendalam, edukatif dan inspiratif.
“Kita ingin wartawan Musi Rawas naik kelas. Tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga menghasilkan karya jurnalistik yang mampu berbicara di tingkat daerah bahkan nasional,” ujar Jhuan.
Ia mengungkapkan, tahun ini wartawan Musi Rawas berhasil menorehkan prestasi dalam lomba karya jurnalistik dengan meraih Juara II kategori Feature dan Juara III pada kompetisi tingkat Sumatera Selatan. Prestasi tersebut menjadi motivasi agar lebih banyak wartawan mampu bersaing melalui karya-karya berkualitas.
Jhuan juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk membuka ruang kompetisi jurnalistik sesuai sektor masing-masing sebagai bentuk kemitraan strategis antara pemerintah dan insan pers.
“Melalui lomba karya jurnalistik, wartawan semakin termotivasi menghasilkan tulisan terbaik sekaligus membantu mempromosikan potensi daerah,” katanya.
Pemkab Musi Rawas Beri Apresiasi
Mewakili Bupati Musi Rawas, Mukhlisin menyampaikan apresiasi atas konsistensi PWI Musi Rawas dalam meningkatkan profesionalisme wartawan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Ratna Machmud yang dibacakannya, pemerintah daerah menilai pelatihan jurnalistik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat sekaligus menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memandang media sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan daerah. Wartawan memiliki tanggung jawab besar menghadirkan informasi yang akurat, berimbang dan membangun,” katanya.
Mukhlisin berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kemampuan menulis sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia juga menyambut baik gagasan PWI agar OPD menyelenggarakan lomba karya jurnalistik sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.
“Kondisi anggaran memang sedang mengalami efisiensi, namun usulan ini sangat baik dan akan kami sampaikan kepada pimpinan sebagai bentuk sinergi pemerintah bersama insan pers,” ujarnya.
Secara resmi, Mukhlisin membuka kegiatan pelatihan jurnalistik dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Maspril Aries: AI Boleh Membantu, Tetapi Kejujuran Tetap Nomor Satu
Dalam sesi materi, Wartawan Utama Maspril Aries menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak boleh menghilangkan jati diri seorang wartawan.
Menurutnya, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan kualitas tulisan tetap ditentukan oleh kemampuan wartawan menggali fakta langsung di lapangan.
“Kejujuran adalah fondasi utama karya jurnalistik. Tulisan yang baik lahir dari proses liputan, observasi dan pengalaman langsung, bukan sekadar mengambil informasi dari internet,” tegas Maspril.
Ia mengingatkan peserta agar menghindari praktik plagiarisme karena dapat merusak integritas wartawan sekaligus menggugurkan karya dalam berbagai kompetisi.
Maspril juga membedah teknik menulis feature yang menarik, mulai dari menentukan sudut pandang (angle), membangun storytelling, memilih diksi, hingga membuat judul yang singkat namun kuat.
Menurutnya, wartawan harus memperbanyak membaca novel, cerpen dan karya sastra untuk memperkaya gaya bahasa tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik.
“Feature yang baik bukan hanya menyampaikan fakta, tetapi mampu membawa pembaca merasakan suasana, melihat peristiwa, bahkan memahami dampak sosial dari sebuah kejadian,” jelasnya.
Ia turut membagikan strategi mengikuti lomba karya jurnalistik, mulai dari memahami tema, mengenali karakter dewan juri, menjaga orisinalitas karya hingga memanfaatkan AI secara bijak untuk membantu proses penyuntingan.
Perkuat Profesionalisme Wartawan
Pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik penulisan feature, pemanfaatan AI dalam jurnalistik, strategi memenangkan lomba karya tulis hingga tantangan media digital di era modern.
Melalui kegiatan ini, PWI Musi Rawas berharap lahir semakin banyak wartawan profesional yang tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, beretika, kompetitif serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Musi Rawas.
Dengan meningkatnya kualitas insan pers, diharapkan media dapat terus menjadi pilar demokrasi sekaligus mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang mencerahkan, mencerdaskan dan membangun masyarakat.
(Red/An)

















