banner 728x250

Wajah Baru Musi Rawas: Rumah Dinas Bupati Bergaya Adat Siap Jadi Kebanggaan Daerah

Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas.
Semenjak terpisah dengan Kota Lubuklinggau, pusat pemerintahan Kabupaten Musi Rawas harus pindah dari Kota Lubuklinggau ke ibukota Kabupaten Musi Rawas di Muara Beliti.

Namun pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Musi Rawas ke Muara Beliti, tidak diiringi dengan kepindahan rumah dinas bupati, yang hingga kini masih berada di Kota Lubuklinggau.

Sejak kepemimpinan Hj Ratna Machmud, pembangunan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas yang berada ditepi jalan lintas nasional di Dusun Baru Kecamatan Muara Beliti ini dimulai. Lokasi nya pun tidak jauh, atau masih berada di kawasan komplek perkantoran Pemkab Musi Rawas.

Pembangunan rumah dinas di jantung ibukota kabupaten ini, , selain untuk Kedekatan interaksi masyarakat dengan kepala daerah, juga sebagai icon kebanggaan masyarakat Musi Rawas.

Dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan (PUCK-TRP) Kabupaten Musi Rawas Dr Oktaviano, S.T.,M.Si , Bupati Hj Ratna Machmud memiliki cita-cita besar menjadikan Dusun Baru sebagai Kota Baru yang berada di ibukota Kabupaten Musi Rawas.

“Kalau selama ini Rumah Dinas Bupati berada di Lubuk Linggau. Cita-cita Bupati ingin menjadikan Dusun Baru jadi Kota Baru,” katanya.

Pembangunan rumah dinas bupati yang bakal jadi icon kebanggaan masyarakat Kabupaten Musi Rawas ini jelas H Okta, sudah dilaksanakan dua tahap dimulai tahun 2024 sampai 2025, dan ditargetkan pada 2026 ini pembangunan rumah dinas bupati ini selesai.

Jika pembangunannya selesai, bisa langsung digunakan masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan kepada Bupati Musi Rawas dan bersilaturahmi.

Menurut Okta, ada Empat bagian bangunan utama yang berada di dalam lingkungan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas ini.

Pertama Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, Griya Agung yang nantinya diberi nama Griya Silampari.Kemudian ada bangunan Pendopoan yang didesain untuk menampung masyarakat yang ingin berinteraksi dengan Bupati Musi Rawas serta ada Mess Karyawan berada di belakang Rumah Dinas Bupati Musi Rawas yang nantinya digunakan sopir dan ajudan Bupati Musi Rawas ataupun pegawai lainnya.

“Mudah-mudahan 2026 sudah selesai,” kata Okta.

Okta menjelaskan dalam pembangunan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas ini mengedepankan konsep rumah adat Musi Rawas.

Kemudian pada bagian gapura pintu masuk jelasnya , Rumah Dinas Bupati Musi Rawas juga dibuat tajak pada bagian atas untuk mencerminkan kedaerahan.

“Bangunan yang kita buat lebih monumental, menunjukan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memang punya wibawa ,” katanya.

Jika semua bangunan di lingkungan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas selesai, nantinya dapat dikunjungi masyarakat yang ingin Curhat dengan Bupati.

“Jadi kalau kalau dilihat saat ini (Rumah Dinas Bupati Musi Rawas) memang dibuat sedemikian rupa supaya ada kebanggan masyarakat,” jelasnya.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *