Ulasanrakyat.Com — Palembang. Pelaksanaan Ujian Kompetensi (UKOM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi sorotan publik. Pada Selasa, 2 Desember 2025, para ASN dari jajaran perangkat kecamatan mulai dari Camat, Sekretaris Camat (Sekcam), para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Subbagian (Kasubag), hingga Lurah beserta perangkatnya mengikuti UKOM terpusat di kantor BKN Kota Palembang.
Momentum ini dinilai sebagai langkah penting dalam memastikan pejabat kecamatan benar-benar ditempatkan berdasarkan kompetensi, profesionalitas, dan kemampuan teknis, bukan hanya sekadar faktor lama masa kerja atau senioritas.
Sejak diberlakukan sistem UKOM, pemerintah menekankan bahwa setiap jabatan struktural harus ditempati ASN yang memenuhi persyaratan kompetensi sesuai standar nasional. Karena itu, UKOM kali ini memegang bobot signifikan dalam menentukan apakah seorang ASN layak menduduki atau melanjutkan jabatan Camat, Sekcam, Kasi, Kasubag, maupun Lurah.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana ujian berlangsung sangat disiplin. Peserta memasuki area registrasi satu per satu, diverifikasi data kepangkatannya, lalu diarahkan ke ruang ujian berbasis komputer. Meski tampak tegang menghadapi soal-soal analisis teknis dan manajerial, seluruh peserta mengikuti tahapan dengan baik.
Pihak panitia dari BKN Palembang menegaskan bahwa UKOM merupakan instrumen evaluasi objektif yang menjadi kunci reformasi birokrasi.
“Ini bukan sekadar ujian formalitas. UKOM adalah filter, memastikan bahwa jabatan publik ditempati oleh ASN yang memiliki kompetensi nyata,” ujar salah satu pejabat teknis BKN.
Dengan standar evaluasi terbaru ini, pemerintah berharap tidak ada lagi pejabat kecamatan yang hanya duduk di kursi jabatan tanpa kapabilitas. Ukuran keberhasilan kini diukur dari kemampuan memimpin, mengelola pelayanan publik, kecepatan merespons masalah, dan integritas.
Salah satu peserta UKOM mengungkapkan rasa syukur karena pelaksanaan ujian berjalan tanpa kendala.
“Alhamdulillah prosesnya lancar. Ujian seperti ini membuat kami sadar bahwa peningkatan kualitas kerja adalah keharusan, bukan pilihan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan harapan besar di kalangan ASN agar UKOM mampu menjadi motivasi peningkatan kompetensi digital, tata kelola pelayanan, dan inovasi program kecamatan.
Tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks mulai dari tuntutan pelayanan digital, transparansi anggaran, hingga kebutuhan percepatan layanan administrasi publik. Karena itu, UKOM menjadi barometer penting untuk menilai apakah ASN sudah siap menghadapi perubahan sistem pelayanan yang semakin berbasis data dan teknologi.
Dengan mengikuti UKOM, jajaran ASN Kecamatan Musi Rawas dinilai telah menunjukkan kesiapan menghadapi era pelayanan publik modern yang serba cepat, tepat, dan terukur.
Kegiatan UKOM ditutup pada siang hari dengan pengawasan ketat dari panitia. Seluruh peserta kemudian diarahkan untuk menunggu hasil penilaian resmi yang akan dikeluarkan BKN dalam waktu dekat.
Hasil tersebut akan menentukan penempatan jabatan strategis di tingkat kecamatan, sekaligus memetakan aparatur yang dianggap paling layak memegang amanah pelayanan masyarakat.
UKOM tahun ini dipandang sebagai salah satu yang paling ketat dan paling menentukan dalam proses pembinaan karier ASN di tingkat kecamatan.
(Red/An)

















