banner 728x250

Ironis di Hari Jadi Kota Lubuklinggau Ke-24, Kantor DPRD Justru Bocor: Aktivis Soroti Kondisi Miris Sekretariat Dewan.

banner 120x600
banner 468x60

Ulasanrakyat.Com – Lubuklinggau. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 Kota Lubuklinggau yang seharusnya menjadi momen kebanggaan dan refleksi kemajuan daerah, justru diwarnai pemandangan yang memprihatinkan. Gedung DPRD Kota Lubuklinggau yang menjadi pusat kegiatan peringatan, terlihat gedung yang Megah tersebut mengalami kebocoran parah hingga menyebabkan air menggenangi dipintu belakang kantor tersebut.

Kejadian ini terjadi pada Jumat, 17 Oktober 2025, tepat di hari puncak peringatan HUT Kota Lubuklinggau. Ironisnya, di tengah suasana perayaan yang dihadiri ribuan tamu undangan, air hujan terlihat menetes dari langit-langit dan menggenangi lantai belakang kantor DPRD.

banner 325x300

Menurut kesaksian warga dan tamu undangan, genangan air membuat lantai licin dan membahayakan para hadirin yang terdiri ribuan dari 560 ketua RT, 72 lurah, 8 camat, kepala OPD, serta seluruh jajaran pejabat Pemkot Lubuklinggau, serta keluarga dari DPRD kota Lubuklinggau, LSM dan Pers.

Tak hanya dari kalangan pemerintah, acara tersebut juga turut dihadiri tamu kehormatan dari luar daerah seperti anggota DPR RI Fauzi Amroh, perwakilan DPRD Provinsi Sumatera Selatan, serta delegasi dari Provinsi Jambi dan Bengkulu.

Namun, di tengah kemeriahan itu, kondisi bangunan sekretariat DPRD yang bocor justru menjadi sorotan tajam publik.

Kritik datang dari Feri Isrop, seorang aktivis Kota Lubuklinggau sekaligus alumni Hukum Tata Negara asal Bumi Silampari. Menurutnya, kondisi fisik kantor DPRD yang bocor pada momentum besar seperti ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan perawatan infrastruktur pemerintah.

“Ini bukan sekadar soal atap bocor. Ini soal citra daerah, soal bagaimana pemerintah merawat simbol-simbol institusionalnya. Di hadapan pejabat provinsi dan tamu luar daerah, kita justru memperlihatkan kelemahan dasar seperti ini. Sangat memalukan,” kata Feri Isrop.

Masih sambung Feri Isrop, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi memalukan tersebut.

“Sangat disayangkan, di hari ulang tahun ke-24 Kota Lubuklinggau yang seharusnya jadi ajang kebanggaan, justru yang terlihat adalah kebocoran di depan kantor DPRD. Ini bukan sekadar air hujan, tapi simbol bocornya perhatian terhadap fasilitas publik,” ujar Feri Isrop, SH dengan nada tegas.

Feri juga menyoroti anggaran pemeliharaan gedung DPRD yang seharusnya rutin diperiksa dan diaudit. Ia menilai, kebocoran yang terjadi di hari besar daerah menjadi alarm serius bagi transparansi dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola fasilitas publik.

HUT Kota Lubuklinggau ke-24 sejatinya menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan pelayanan publik. Namun peristiwa di kantor DPRD hari ini seolah mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari gedung megah dan seremoni, melainkan juga dari kualitas pengelolaan dan keseriusan menjaga fasilitas publik yang menjadi wajah pemerintahan.

Banyak masyarakat menilai, peristiwa ini bisa menjadi momentum introspeksi bagi Pemkot Lubuklinggau agar lebih fokus terhadap pemeliharaan sarana publik, terutama gedung-gedung vital pemerintahan.

“Kantor DPRD itu simbol aspirasi rakyat. Kalau simbol saja dibiarkan bocor dan tergenang, bagaimana dengan nasib rakyat yang menunggu perhatian?” ujar seorang Warga yang mengikat dan menyaksikan acara tersebut dan enggan disebutkan namanya.

Kebocoran di kantor DPRD Lubuklinggau pada peringatan HUT ke-24 bukan sekadar insiden kecil. Di balik genangan air yang tampak, tersimpan pesan penting: perlunya pembenahan serius terhadap tata kelola infrastruktur pemerintahan agar sejalan dengan semangat pembangunan dan transparansi publik.

Masyarakat kini menanti langkah nyata dari Pemkot dan DPRD Lubuklinggau untuk memperbaiki kondisi tersebut, bukan hanya agar gedung tak lagi bocor, tetapi juga agar kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga legislatif tetap terjaga.

(Red/An)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *