banner 728x250

Lampu Padam Tanpa Ampun, Warga Musi Rawas Murka: PLN Dinilai Abai dan Gagal Layani Publik

banner 120x600
banner 468x60

Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Kemarahan warga Kabupaten Musi Rawas kembali memuncak. Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, tanpa pemberitahuan dan tanpa alasan yang jelas, dinilai sebagai bentuk kegagalan serius pelayanan publik oleh PT PLN (Persero).

Pada 22: 41 Wib Sabtu malam (20/12/2025), listrik kembali padam di  wilayah Kabupaten Musi Rawas, terkhusus Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Ironisnya, pemadaman terjadi saat kondisi cuaca benar-benar normal tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak terdapat gangguan alam. Fakta ini memicu kemarahan warga karena pemadaman dianggap tidak masuk akal dan terkesan dibiarkan berulang tanpa solusi nyata.

banner 325x300

“Dalam satu hari ini saja, setahu saya sudah berkali-kali mati lampu. Tidak hujan, tidak ada angin, tapi listrik tetap padam. Selalu seperti ini. Sangat menjengkelkan,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Keluhan serupa membanjiri percakapan warga, baik di lingkungan permukiman maupun di media sosial. Warga menilai, pemadaman listrik di Musi Rawas bukan lagi persoalan teknis sesaat, melainkan sudah menjadi pola lama yang terus berulang dan tak pernah dituntaskan.

Pemadaman berulang ini berdampak serius pada aktivitas masyarakat. Usaha kecil terpaksa berhenti beroperasi, peralatan elektronik terancam rusak, aktivitas belajar anak-anak terganggu, hingga layanan komunikasi ikut lumpuh. Bagi warga, listrik bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan roda kehidupan sehari-hari.

Yang lebih memancing amarah, hingga berita ini diturunkan, tidak ada penjelasan terbuka, pernyataan resmi, maupun permintaan maaf dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman tersebut. Ketiadaan informasi ini memperkuat kesan bahwa PLN abai terhadap hak konsumen dan lemah dalam manajemen pelayanan.

Sebagai perusahaan milik negara yang mengelola hajat hidup orang banyak, PLN seharusnya menjunjung tinggi prinsip pelayanan prima, transparansi, dan tanggung jawab publik. Pemadaman tanpa pemberitahuan jelas bertentangan dengan hak pelanggan, terlebih jika terjadi berulang kali dalam waktu singkat dan tanpa kejelasan sebab-musababnya.

“Kami ini bayar listrik tepat waktu. Tapi pelayanan seperti ini terus kami terima. Kalau memang tidak mampu bekerja dengan baik, jangan cuma makan gaji,” tegas seorang warga lainnya dengan nada keras.

Masyarakat Musi Rawas mendesak PLN segera melakukan evaluasi total terhadap jaringan, sistem distribusi, serta kinerja manajemen di wilayah ini. Warga juga menuntut adanya standar komunikasi yang jelas setiap kali terjadi pemadaman, mulai dari penyebab hingga estimasi waktu pemulihan, agar masyarakat tidak terus dirugikan.

Tak hanya itu, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait tidak tutup mata. Tekanan tegas dinilai perlu diberikan agar PLN segera berbenah dan menjalankan fungsinya secara profesional. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap PLN dikhawatirkan akan semakin runtuh.

Bagi masyarakat Musi Rawas, listrik bukanlah kemewahan. Ia adalah hak dasar. Dan ketika hak itu terus dirampas oleh buruknya pelayanan, kemarahan publik menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

(Red/An)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *