Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, kembali melakukan penyegaran besar dalam struktur organisasi pemerintahan dengan melantik 14 pejabat eselon II dan satu camat dalam upacara resmi di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Jumat (21/11/2025). Pelantikan ini menjadi sorotan publik karena jumlah pejabat yang digeser cukup besar dan dilakukan pada periode penuh tekanan fiskal nasional.
Langkah Bupati Ratna Machmud ini dinilai sebagai upaya penguatan kinerja birokrasi, terutama menghadapi tuntutan pelayanan yang semakin kompleks, efisiensi anggaran, serta dinamika pembangunan daerah yang menuntut stabilitas di tengah tekanan kebijakan pusat.
Dalam pelantikan tersebut, jajaran pejabat yang dikukuhkan memegang posisi strategis, mulai dari asisten daerah, kepala dinas lintas sektor, hingga camat. Berikut daftar pejabat yang dilantik:
H. David Pulung – Asisten Administrasi Umum dan Keuangan Sekda Kabupaten Mura
Agus Susanto – Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Mura
H. Muklisin – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Mura
H. Sarjani – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM
Muhamad Nasir – Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan
Erwin Syarif – Kepala Badan Litbang Kabupaten Mura
Fadlu Robby – Kepala Disperkim
Adi Irawan – Kepala Dispora
Adi Winata – Kepala Dinas PMD
M. Rozak – Kepala Dinas Sosial
Supardiono – Kepala Dinas P3A
dr. Dien Candra – Kepala Dinas Pendidikan
Abdul Rota – Camat Muara Kelingi
Bernido – Sekretaris Dinas Perhubungan
Pemilihan pejabat-pejabat senior ini menunjukkan langkah Pemkab Musi Rawas untuk mengutamakan stabilitas, pengalaman, dan kepemimpinan birokrasi yang matang.
Dalam sambutannya, Bupati Ratna Machmud langsung menegaskan bahwa jabatan bukanlah hadiah politik, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan integritas dan kerja nyata.
“Karena yang dilantik ini sudah senior dan sudah lama, tak banyak yang saya sampaikan. Laksanakan tugas dengan amanah, selamat bekerja. Kita harus mampu membangun Musi Rawas dalam kondisi apa pun,” tegas Bupati.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang tidak hanya mampu secara teknis, tetapi juga memiliki daya tahan dalam menghadapi krisis.
Bupati juga menyinggung tiga tantangan berat yang telah dan akan dihadapi selama kepemimpinannya. Bukan sekadar wacana, tetapi fakta yang sudah mempengaruhi arah pembangunan daerah:
1. Dampak Panjang Pandemi Covid-19
Meski pandemi telah lewat, efeknya masih terasa dalam sistem ekonomi dan pelayanan publik.
2. Efisiensi Anggaran
Pemkab Musi Rawas harus mampu berinovasi dengan anggaran yang semakin efisien.
3. Tekanan Kebijakan Fiskal Tahun Mendatang
Bupati mengingatkan bahwa tekanan fiskal pusat menjadi tantangan nyata bagi daerah.
“Kita tidak boleh mengeluh. Itu kebijakan pemerintah pusat. Kita harus siap dan tetap mampu membangun Musi Rawas dalam kondisi apa pun,” ujar Bupati.
Pernyataan ini menggambarkan sikap teguh dan adaptif pemerintah dalam menjaga roda pemerintahan tetap berjalan meski kondisi fiskal semakin ketat.
Pelantikan ditutup dengan ucapan selamat serta dorongan untuk membuktikan kinerja. Para pejabat diminta untuk:
memperkuat pelayanan publik,
mempercepat realisasi program prioritas, menjaga integritas di tengah dinamika anggaran, dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Langkah penyegaran ini diharapkan menjadi energi baru bagi Pemkab Musi Rawas dalam mengejar target pembangunan jangka menengah.
(Red/An)





















