Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Universitas Musi Rawas kembali menegaskan perannya sebagai pusat lahirnya generasi intelektual dan agen perubahan. Momentum itu tercermin dalam kegiatan Pelantikan Kepengurusan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), UKM Jurnalistik, serta UKM Marching Band “Gema Persada” Periode 2025–2026, yang digelar di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Rabu (14/01/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni organisasi mahasiswa. Lebih dari itu, pelantikan menjadi penanda kuat konsolidasi mahasiswa sebagai motor penggerak inovasi, komunikasi publik, dan penguatan citra kampus, di tengah langkah besar Universitas Musi Rawas dalam menyongsong perubahan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri.
Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Musi Rawas Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim Syueb, T., M.S., CP., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., ACPE, Wakil Rektor I Dr. Etty Safriyani, S.P., M.Si., serta jajaran pimpinan universitas, dekan fakultas, kepala bagian, dosen, dan ratusan mahasiswa yang akan dilantik. Pelaksanaan kegiatan di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas ini menambah kesan formal sekaligus strategis, sejalan dengan pesan besar yang disampaikan pihak rektorat.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor I Dr. Etty Safriyani, S.P., M.Si. menjelaskan bahwa pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 032, 033, 034, dan 035/KPTS/R-UNMURA/XII/2025, tentang pengangkatan pengurus DPM, BEM, UKM Marching Band “Gema Persada”, dan UKM Jurnalistik Universitas Musi Rawas Periode 2025–2026.
Ia merinci jumlah pengurus yang dilantik, yakni 7 orang pengurus DPM, 40 orang pengurus BEM, 54 orang pengurus UKM Marching Band, dan 21 orang pengurus UKM Jurnalistik. Menurutnya, besarnya jumlah pengurus ini mencerminkan semangat kolektif mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembangunan kampus.
“Pelantikan ini bertujuan menumbuhkan komitmen dan tanggung jawab, membangun komunikasi yang sehat, serta melahirkan inovasi yang menjadikan mahasiswa sebagai motor penggerak Universitas Musi Rawas,” tegasnya. Ia juga berharap para pengurus yang dilantik mampu menjadi corong terbaik kampus dalam menyampaikan capaian dan potensi UNMURA di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, pihak universitas juga menyampaikan apresiasi kepada Bagian Kemahasiswaan yang telah mengawal seluruh proses, mulai dari pencalonan hingga pelantikan, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan tertib dan demokratis.
Prosesi pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim Syueb. Penyerahan SK ini menjadi simbol resmi dimulainya masa pengabdian para pengurus organisasi mahasiswa selama satu tahun ke depan.
Sementara itu, suara mahasiswa disampaikan oleh Miko Yudha Pratama selaku Ketua BEM Universitas Musi Rawas. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar efisiensi acara, melainkan simbol kuat sinergi antarelemen mahasiswa.
“Kita memulai babak baru bersama BEM, DPM, UKM Jurnalistik, dan UKM Marching Band Gema Persada. Mahasiswa Universitas Musi Rawas adalah mitra strategis kampus, siap bersinergi untuk prestasi, sekaligus tetap teguh menjaga nalar kritis,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pimpinan organisasi yang baru dilantik agar memaknai sumpah jabatan sebagai kontrak batin dengan tanggung jawab. Menurutnya, meski jabatan bersifat sementara, jejak pengabdian akan selalu dikenang.
“Buktikan bahwa mahasiswa Universitas Musi Rawas bukan hanya pandai beretorika, tetapi nyata dalam bekerja,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam sambutan kunci, Rektor Universitas Musi Rawas Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim Syueb menyampaikan pesan strategis yang menjadi sorotan utama pelantikan kali ini. Ia menekankan bahwa mahasiswa yang dilantik hari ini memiliki peran penting dalam mengawal agenda besar universitas, khususnya deklarasi perubahan status Universitas Musi Rawas menjadi Perguruan Tinggi Negeri.
“Kita semua tahu, beberapa hari lalu Universitas Musi Rawas telah mendeklarasikan perubahan status perguruan tinggi negeri sesuai dengan keinginan bersama. Ini bukan lagi sekadar wacana, tetapi sudah kita mulai dan kita jalankan,” ungkapnya.
Rektor berharap para pengurus organisasi mahasiswa dapat menjadi ujung tombak sosialisasi kepada masyarakat Musi Rawas, Lubuklinggau, Musi Rawas Utara, dan wilayah sekitarnya, bahwa UNMURA tengah berproses menuju universitas negeri. Ia menegaskan bahwa proses tersebut memang panjang dan membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual kampus.
“Keputusan dan sikap mahasiswa sangat penting dalam mendukung program universitas dan program pemerintah daerah. Universitas membutuhkan dukungan seluruh stakeholder untuk menjadi universitas negeri,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan optimisme bahwa sebelum berakhirnya masa kepemimpinannya pada tahun 2029, Musi Rawas akan memiliki perguruan tinggi negeri. Ia pun mengajak seluruh pengurus organisasi mahasiswa yang baru dilantik untuk aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pembangunan dan arah kebijakan Universitas Musi Rawas.
Dengan pelantikan ini, Universitas Musi Rawas tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat barisan mahasiswa sebagai agen perubahan, penjaga nalar kritis, dan duta kampus dalam perjalanan besar menuju universitas negeri yang dicita-citakan bersama.
(Red/An)
























