banner 728x250

Pengprov Goju Ryu Sultra Resmi Terbentuk, Hedianto Ismail Siap Perkuat Pembinaan Karate Tradisional

banner 120x600
banner 468x60

Ulasanrakyat.Com – Kendari. Pengurus Provinsi Goju Ryu Karate-Do Association Indonesia (Goju-Ass) Sulawesi Tenggara resmi terbentuk untuk periode 2026–2030. Terbentuknya kepengurusan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan karate aliran Goju Ryu di Sulawesi Tenggara, khususnya dalam menjaga kemurnian karate tradisional yang berakar pada nilai-nilai budo.

Organisasi karate tersebut kini dinakhodai oleh Hedianto Ismail sebagai ketua, setelah ditetapkan melalui musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan. Musyawarah pembentukan kepengurusan digelar di Meeting Room Prawira Billiard & Caffe, pada Jum’at, 30 Januari 2026, dengan dihadiri para praktisi serta pemerhati karate Goju Ryu dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

banner 325x300

Suasana musyawarah berlangsung kondusif dan sarat semangat kebersamaan. Para peserta sepakat bahwa keberadaan Pengprov Goju-Ass Sultra harus menjadi wadah pemersatu bagi seluruh insan Goju Ryu, sekaligus motor penggerak pembinaan karate yang terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Hedianto Ismail menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 akan memfokuskan program kerja pada penguatan pembinaan karate tradisional Goju Ryu, konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah, serta peningkatan kualitas sumber daya pelatih dan atlet.

Menurutnya, karate bukan hanya soal teknik dan prestasi, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Oleh karena itu, nilai-nilai budo harus tetap menjadi jati diri dan ruh utama dalam setiap proses latihan maupun pembinaan.

“Kami ingin Goju Ryu di Sulawesi Tenggara berkembang secara sehat, berprestasi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budo yang menjadi identitas Goju Ryu,” tegas Hedianto Ismail.

Ia menerangkan, Goju Ryu merupakan aliran karate tradisional Okinawa yang telah hadir dan berkembang di Sulawesi Tenggara dengan konsistensi menjaga filosofi aslinya. Aliran ini menggabungkan prinsip keras dan lembut, yang tercermin dalam teknik-teknik khas Goju Ryu.

“Teknik Goju Ryu menekankan penguasaan pernapasan serta kombinasi serangan keras (go) dan lembut (ju). Keseimbangan inilah yang menjadi kekuatan utama Goju Ryu,” jelasnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan resmi tingkat provinsi, Hedianto berharap pembinaan karate Goju Ryu di Sulawesi Tenggara dapat berjalan lebih terarah, profesional, dan terukur. Target ke depan tidak hanya mencetak atlet berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga melahirkan karateka yang berdisiplin, beretika, dan mampu menjadi teladan di masyarakat.

Keberadaan Pengprov Goju-Ass Sultra juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga karate, baik di tingkat daerah maupun nasional, melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan dan penguatan organisasi yang solid.

Sebagai informasi, Goju Ryu Karate-Do Association Indonesia (Goju-Ass) merupakan salah satu perguruan karate aliran Goju Ryu yang diakui secara resmi oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI). Pengakuan ini menjadi legitimasi kuat bagi Goju-Ass dalam menjalankan roda organisasi serta mengikuti berbagai agenda resmi pembinaan dan kompetisi karate di Indonesia.

Dengan terbentuknya Pengurus Provinsi Goju-Ass Sulawesi Tenggara periode 2026–2030, diharapkan karate Goju Ryu di Bumi Anoa semakin berkembang, berprestasi, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur karate tradisional.

(MT)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *