banner 728x250

Perkuat Soliditas Pemasyarakatan Sumsel, Lapas Narkotika Muara Beliti Siap Kawal Kepemimpinan Baru Ditjenpas

Ulasanrakyat.com – Palembang
Pergantian kepemimpinan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan soliditas antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Momen tersebut terlihat dalam kegiatan Kenal Pamit Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan yang berlangsung khidmat di Palembang, Kamis (11/6/2026).

Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti turut mengambil bagian dalam agenda strategis tersebut. Kepala Lapas Narkotika Muara Beliti, Herdianto, hadir langsung bersama para kepala UPT Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan dan penguatan koordinasi di lingkungan pemasyarakatan.

Acara kenal pamit tidak sekadar menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan komitmen dalam membangun sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, seluruh jajaran pemasyarakatan memberikan penghormatan kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya, sekaligus menyambut pejabat baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.

Kalapas Narkotika Muara Beliti, Herdianto, menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai kontribusi yang telah diberikan pejabat lama selama memimpin Kanwil Ditjenpas Sumatera Selatan. Menurutnya, berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan menjadi fondasi kuat dalam mendorong peningkatan kualitas pembinaan warga binaan, pelayanan publik, serta penguatan sistem pengamanan di seluruh UPT Pemasyarakatan.

“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dimaknai sebagai upaya penyegaran sekaligus penguatan institusi. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan pejabat lama dan siap mendukung penuh pejabat baru dalam menjalankan amanah serta program kerja yang telah dirancang untuk kemajuan pemasyarakatan,” ujar Herdianto.

Ia menegaskan bahwa kegiatan kenal pamit menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pemasyarakatan di Sumatera Selatan. Dengan tantangan pemasyarakatan yang semakin kompleks, dibutuhkan sinergi yang kuat agar setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Herdianto, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari keberhasilan pembinaan yang mampu mengubah warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat. Karena itu, seluruh UPT harus memiliki visi yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Kegiatan kenal pamit juga menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh kepala UPT untuk menyatukan langkah dalam mendukung berbagai kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Sinergi yang terbangun diyakini akan memperkuat kualitas layanan publik, meningkatkan profesionalisme petugas, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan produktif.

Sebagai salah satu UPT yang terus berkomitmen menjalankan program pembinaan dan pelayanan terbaik, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti menegaskan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung transformasi pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada warga binaan, penguatan pengamanan, serta pelaksanaan program pembinaan yang berkelanjutan.

Melalui momentum pergantian kepemimpinan ini, Lapas Narkotika Muara Beliti berharap hubungan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini dapat semakin kuat. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan integritas, seluruh jajaran pemasyarakatan Sumatera Selatan optimistis mampu menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kehadiran Lapas Narkotika Muara Beliti dalam kegiatan kenal pamit tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kolaborasi tetap menjadi kunci utama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang maju, modern, humanis, dan berdampak positif bagi pembangunan bangsa.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *