banner 728x250

Sapa Kasih Jadi Strategi Deteksi Dini, Lapas Narkotika Muara Beliti Perkuat Keamanan Lewat Pendekatan Humanis.

Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lembaga pemasyarakatan tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan, tetapi juga membutuhkan pendekatan humanis dan komunikasi yang baik dengan warga binaan. Komitmen tersebut ditunjukkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti melalui program “Sapa Kasih”, yang dirangkaikan dengan kegiatan deteksi dini di blok hunian, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan jajaran Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) bersama Kepala Subseksi (Kasubsi) Portatib dan Kasubsi Keamanan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan kondisi di dalam lapas tetap aman, tertib, dan terkendali.

Program Sapa Kasih tidak sekadar menjadi kegiatan menyapa warga binaan, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, memperkuat kedekatan antara petugas dan warga binaan, serta memantau situasi blok hunian secara langsung.

Melalui pendekatan tersebut, petugas berupaya menciptakan suasana pemasyarakatan yang kondusif tanpa mengesampingkan kedisiplinan dan penegakan tata tertib. Pengawasan dilakukan secara terukur, sementara komunikasi humanis menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan.

Deteksi Dini Diperkuat, Sarana Keamanan Turut Diperiksa
Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas tidak hanya melakukan pemantauan terhadap situasi blok hunian, tetapi juga mengecek sarana dan prasarana keamanan untuk memastikan seluruh perangkat pendukung pengamanan berada dalam kondisi yang mendukung pelaksanaan tugas.

Kontrol juga dilakukan terhadap kegiatan di Wartelsuspas atau layanan telepon khusus pemasyarakatan. Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban serta memastikan aktivitas warga binaan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sela-sela kegiatan, petugas memberikan imbauan kepada warga binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib, menjaga keamanan dan ketertiban bersama, serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik.

Pesan tersebut menegaskan bahwa terciptanya lingkungan lapas yang aman bukan hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi warga binaan dalam menaati aturan.

Kegiatan deteksi dini melalui program Sapa Kasih juga menjadi bagian dari implementasi 3 Kunci Pemasyarakatan Maju dan prinsip Back to Basics.

Dalam pelaksanaannya, upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan kewaspadaan, penguatan pengawasan, serta pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara konsisten sesuai ketentuan.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengenali potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Sementara itu, pendekatan humanis diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih baik antara petugas dan warga binaan, sehingga komunikasi dan pembinaan dapat berjalan secara efektif.

Kombinasi pengawasan dan pendekatan persuasif ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran atau gangguan keamanan. Situasi di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terpantau aman dan kondusif.

Seluruh rangkaian kegiatan deteksi dini dan Sapa Kasih berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Hasil nihil pelanggaran tersebut menjadi catatan positif dari pelaksanaan pengawasan pada hari itu. Meski demikian, upaya menjaga stabilitas keamanan tetap membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan, pemeriksaan rutin, serta kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan yang berlaku.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan di dalam lapas merupakan proses yang harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika muncul indikasi gangguan.

Dengan mengedepankan deteksi dini, pemeriksaan sarana keamanan, kontrol aktivitas, dan komunikasi yang humanis, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berupaya menjaga lingkungan pemasyarakatan yang tertib dan kondusif.

Melalui program Sapa Kasih, pendekatan kemanusiaan berjalan beriringan dengan kedisiplinan. Sebab, keamanan yang kuat tidak hanya dibangun melalui pengawasan yang ketat, tetapi juga melalui komunikasi, kesadaran bersama, dan pelaksanaan pembinaan yang berkelanjutan.

Keamanan terjaga, pembinaan berjalan, dan pendekatan humanis tetap menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih baik.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *