banner 728x250

Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Polisi Ingatkan Pelajar SMP Negeri Cecar Jauhi Narkoba dan Bullying

Ulasanrakyat.com – BTS Ulu.
Upaya membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter dan mampu menjaga diri dari berbagai ancaman kenakalan remaja terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Musi Rawas.

Kali ini, Personel Polsek BTS Ulu hadir langsung di lingkungan pendidikan dengan menjadi Pembina Upacara Bendera di SMP Negeri Cecar, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Senin (31/08/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin setiap Senin pagi. Kehadiran polisi di tengah para pelajar menjadi momentum untuk memberikan edukasi sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak usia sekolah.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Aiptu Andik Dwi Susilo menyampaikan sejumlah pesan penting kepada seluruh siswa-siswi SMP Negeri Cecar. Pesan yang disampaikan menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar saat ini, mulai dari kedisiplinan, bahaya narkoba, tawuran, bullying hingga penggunaan media sosial.

Dalam amanatnya, Aiptu Andik menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Kebiasaan disiplin harus dibangun sejak dini dan dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pelajar harus membiasakan diri disiplin terhadap waktu, disiplin dalam belajar serta disiplin menaati aturan yang berlaku, baik aturan di lingkungan sekolah maupun ketentuan hukum yang berlaku di masyarakat.

“Disiplin adalah kunci sukses. Disiplin waktu, disiplin belajar, dan disiplin dalam menaati peraturan sekolah maupun hukum,” pesan Aiptu Andik kepada para pelajar.

Pesan tersebut dinilai penting karena karakter seseorang tidak terbentuk secara instan. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak bangku sekolah akan menjadi bekal bagi para pelajar ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun kehidupan bermasyarakat.

Selain kedisiplinan, polisi juga memberikan perhatian serius terhadap ancaman yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Para siswa diingatkan untuk menjauhi narkoba, tawuran dan tindakan bullying atau perundungan. Menurut Aiptu Andik, masa SMP seharusnya digunakan untuk belajar, mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita, bukan terlibat dalam perilaku yang dapat menghancurkan masa depan.

“Masa SMP adalah masa menuntut ilmu, bukan merusak masa depan,” tegasnya.

Peringatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah tantangan yang dihadapi pelajar saat ini. Lingkungan pergaulan dan berbagai pengaruh negatif dapat dengan mudah masuk apabila siswa tidak memiliki kemampuan untuk memilah mana yang baik dan mana yang dapat merugikan dirinya.

Karena itu, pelajar diminta berani mengatakan tidak terhadap narkoba, tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tawuran serta tidak menjadikan kekerasan dan penghinaan sebagai bagian dari pergaulan.

Tak kalah penting, Aiptu Andik juga mengingatkan para siswa agar cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, media sosial dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara positif untuk belajar, memperoleh informasi dan mengembangkan kreativitas. Namun, apabila digunakan secara sembarangan, media sosial juga dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan.

Para pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak ikut menyebarkan hoaks serta menghindari konten-konten negatif.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai terjerat hoaks dan konten negatif,” pesannya.

Polisi juga mengingatkan bahwa apa yang dilakukan di ruang digital tetap memiliki konsekuensi. Karena itu, para siswa harus berpikir sebelum mengunggah, membagikan maupun memberikan komentar terhadap suatu informasi.

Di hadapan para pelajar, Aiptu Andik menegaskan bahwa generasi muda merupakan penerus bangsa. Masa depan daerah dan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi yang sedang dibentuk hari ini.

“Anak-anak adalah penerus bangsa. Kalau kalian disiplin dari sekarang, maka masa depan BTS Ulu dan Indonesia akan cerah,” tegasnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari pihak sekolah. Kegiatan upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kehadiran personel kepolisian sebagai Pembina Upacara juga mendapat sambutan positif dari pihak SMP Negeri Cecar.

Pihak sekolah berharap komunikasi dan sinergitas antara Polri dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman sekaligus membantu membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kesadaran hukum.

Melalui kegiatan seperti ini, Polsek BTS Ulu menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran penting dalam pencegahan sejak dini dan pembinaan generasi muda.

Sebab, menjaga masa depan anak-anak bukan hanya tugas sekolah dan orang tua. Kepolisian, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan para pelajar tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat dan jauh dari pengaruh negatif.

Dengan menanamkan disiplin sejak bangku sekolah, membangun keberanian menolak narkoba dan kekerasan, serta membiasakan penggunaan media sosial secara bijak, diharapkan para pelajar SMP Negeri Cecar mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.

(Junaidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *