banner 728x250

Tanamkan Harapan di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Muara Beliti Perkuat Iman Warga Binaan Kristen Lewat Pembinaan “Roti Hidup”

Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Di balik tembok tinggi Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, proses pembinaan tidak hanya difokuskan pada aspek keamanan dan kedisiplinan. Lebih dari itu, lapas terus berupaya membangun kembali karakter dan kehidupan spiritual para warga binaan agar siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen yang digelar pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan, membentuk karakter, sekaligus memberikan kekuatan mental dan spiritual kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.

Mengangkat tema “Menjadi Murid Sejati: Memahami Pengajaran Yesus tentang Roti Hidup”, pembinaan berlandaskan Firman Tuhan dari Yohanes 6:25–59. Melalui materi tersebut, warga binaan diajak memahami bahwa mengikuti Yesus tidak boleh didasari kepentingan duniawi semata, melainkan karena iman yang sungguh-sungguh serta keyakinan bahwa Yesus adalah sumber keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Pembina menjelaskan bahwa makna “Roti Hidup” bukan hanya berbicara tentang kebutuhan jasmani, melainkan kebutuhan rohani yang mampu menguatkan hati, memulihkan harapan, serta mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan. Pesan ini menjadi sangat relevan bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan dan berusaha memperbaiki masa depan mereka.

Tidak hanya menerima materi, seluruh peserta juga diajak melakukan refleksi mendalam terhadap perjalanan hidup masing-masing. Mereka didorong untuk mengakui kesalahan, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, meninggalkan kebiasaan lama, serta menumbuhkan tekad menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab setelah bebas nanti.

Suasana pembinaan berlangsung penuh kekhusyukan. Diawali dengan doa bersama, kegiatan dilanjutkan penyampaian firman Tuhan, sesi diskusi, hingga refleksi rohani. Antusiasme warga binaan terlihat dari keseriusan mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan, bahkan aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman hidup selama sesi diskusi berlangsung.

Pembinaan kerohanian menjadi salah satu bentuk nyata pendekatan humanis yang diterapkan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam sistem pemasyarakatan. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga pada proses perubahan sikap, mental, moral, dan spiritual agar warga binaan memiliki bekal yang cukup saat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, lapas memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Hal ini sekaligus menjadi bentuk pemenuhan hak-hak warga binaan sebagaimana diamanatkan dalam sistem pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan pembinaan tanpa diskriminasi.

Pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berharap pembinaan rohani ini mampu melahirkan perubahan nyata dalam diri setiap warga binaan. Dengan keimanan yang semakin kuat, mereka diharapkan memiliki semangat baru untuk meninggalkan masa lalu, memperbaiki perilaku, menaati hukum, serta kembali menjadi pribadi yang produktif, bermanfaat, dan diterima oleh masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Pembinaan spiritual yang berkesinambungan juga diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam menekan potensi pengulangan tindak pidana. Ketika hati dan karakter telah dibangun melalui nilai-nilai keagamaan, maka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan akan semakin terbuka lebar.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *