Ulasanrakyat.Com – Musi Rawas. Hari Jum’at (05/12/2025), Mahasiswa Universitas Musi Rawas (Unmura), Andi Yulasmai, Ilmu Lingkungan menyerukan ajakan kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seruan ini disampaikan sebagai upaya membangun kesadaran publik bahwa penyelamatan bumi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kewajiban bersama yang harus dimulai dari hal paling sederhana.
Dalam penyampaiannya, Andi menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya sekadar kampanye, tetapi juga penerapan perilaku konsisten seperti tidak membuang sampah sembarangan, menghemat energi, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menanam pohon dan terlibat dalam kegiatan lingkungan.
Andi menekankan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil. Di rumah, sekolah, kampus, hingga lingkungan sekitar, setiap orang dapat memulai aksi nyata seperti:
Membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik-anorganik.
Menghemat energi dan air dengan mematikan listrik yang tidak diperlukan dan menggunakan air secukupnya.
Mengurangi sampah plastik dengan membawa botol minum dan tas belanja kain.
Menanam pohon atau tanaman hias sebagai penyumbang oksigen.
Mengurangi kendaraan pribadi untuk menekan polusi udara.
Melakukan pembersihan rutin di sekitar rumah dan lingkungan.
“Tindakan sederhana seperti ini akan menjadi teladan bagi keluarga, teman, dan tetangga. Perubahan dimulai dari diri sendiri, tetapi manfaatnya untuk semua,” ujar Andi.
Menurut Andi, keberhasilan pelestarian lingkungan bergantung pada kesadaran dan kebersamaan seluruh masyarakat. Karena itu, ia mendorong adanya edukasi sejak dini baik di sekolah, keluarga, maupun komunitas.
Ia mengajak generasi muda aktif berdiskusi tentang pentingnya lingkungan sehat, dampak kerusakan hutan, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Melalui kegiatan sosial dan program lingkungan, masyarakat dapat saling menguatkan dalam menjaga ekosistem.
Lingkungan yang bersih bukan hanya enak dipandang, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan manusia. Andi menekankan bahwa lingkungan yang sehat dapat:
Mengurangi risiko penyakit,
Menjaga keseimbangan ekosistem,
Mengurangi stres,
Menjamin ketersediaan sumber daya alam di masa depan,
Melindungi keanekaragaman hayati,
Mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
“Melestarikan lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Bumi yang kita tinggali hari ini harus diwariskan dalam keadaan lebih baik untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Dalam pesannya, Andi juga menyoroti pentingnya menghindari penebangan pohon secara sembarangan. Menurutnya, deforestasi adalah penyebab utama berbagai kerusakan lingkungan yang sering terjadi di Indonesia.
Alasan harus menolak penebangan pohon liar:
1. Mencegah banjir dan tanah longsor – Pohon mampu menyerap air dan menahan erosi.
2. Menjaga kualitas udara – Pohon menyerap CO₂ dan menghasilkan oksigen.
3. Melindungi habitat satwa – Hutan adalah rumah bagi ribuan spesies.
4. Mengurangi emisi karbon global.
5. Menjaga siklus air dan keseimbangan iklim.
Andi menegaskan bahwa upaya menghindari penebangan pohon harus melibatkan:
Sosialisasi dan edukasi publik,
Penegakan hukum dan Perda lingkungan,
Pengawasan dan patroli rutin,
Penerapan sistem tebang pilih,
Reboisasi dan penanaman kembali,
Perizinan ketat dan sanksi bagi pelanggar.
Selain itu, masyarakat juga perlu mengurangi penggunaan produk berbahan kayu serta menerapkan prinsip “tanam untuk setiap tebang”.
Di akhir penyampaiannya, Andi mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kewajiban semua pihak. Kesadaran kolektif harus dibangun agar bumi tetap lestari.
“Bumi ini bukan warisan dari nenek moyang kita, tetapi titipan untuk anak cucu. Kita harus menjaganya mulai sekarang, bukan nanti.”ungkapnya.
(Red/An)

















