banner 728x250

Dari Desa ke Dunia: Musi Rawas Perkuat Aksi Iklim, Libatkan Warga Jadi Garda Terdepan

Ulasanrayat.Com – Musi Rawas.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak sekadar mengikuti arus, tetapi aktif mengambil peran dalam menghadapi krisis perubahan iklim.

Komitmen ini ditunjukkan melalui kehadiran Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dr. Wahyu Wibisono Wahid dalam kegiatan kunjungan lapangan proyek kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan United Nations Office for Project Services (UNOPS), yang berlangsung di Desa Sadar Karya, Kecamatan Purwodadi, Selasa (28/04/2026).

Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial. Kunjungan tersebut menjadi bukti konkret bahwa penanganan perubahan iklim di Musi Rawas mulai diarahkan ke pendekatan yang lebih membumi—yakni berbasis masyarakat. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan subjek utama yang dilibatkan langsung dalam merancang dan menjalankan solusi lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Dr. Wahyu Wibisono Wahid menegaskan bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari perubahan pola cuaca, penurunan produktivitas pertanian, hingga potensi bencana lingkungan. Karena itu, diperlukan langkah cepat, terukur, dan melibatkan semua pihak.

“Penanganan perubahan iklim tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari atas. Masyarakat harus diberdayakan, karena merekalah yang paling dekat dan paling merasakan dampaknya,” ujarnya.

Proyek kolaborasi ini menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa agar mampu beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi perubahan iklim. Program yang dijalankan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal, konservasi sumber daya alam, hingga penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kehadiran UNOPS sebagai mitra internasional memberikan dimensi baru dalam pelaksanaan program ini. Selain membawa pengalaman global, lembaga tersebut juga mendorong penerapan standar pengelolaan proyek yang profesional dan terukur, sehingga hasil yang dicapai tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga relevan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan.

Desa Sadar Karya sendiri dipilih sebagai lokasi kunjungan bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan program berbasis masyarakat, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat bertransformasi menjadi pusat solusi lingkungan.

Antusiasme masyarakat pun terlihat dalam kegiatan tersebut. Warga menyambut baik kehadiran pemerintah dan mitra internasional, serta berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ketika desa diberdayakan dan masyarakat dilibatkan, maka upaya penanganan perubahan iklim tidak lagi menjadi beban, melainkan gerakan bersama.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan global, Musi Rawas kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi daerah yang tangguh terhadap perubahan iklim—membuktikan bahwa dari desa, perubahan untuk dunia bisa dimulai.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *