Ulasanrakyat.com – Muara Beliti.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtib) di lingkungan pemasyarakatan. Tidak hanya mengedepankan langkah preventif melalui deteksi dini, lapas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan menggelar kegiatan Deteksi Dini yang dirangkaikan dengan Sapa Kasih bersama Taruna Poltekimipas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Lapas Narkotika Muara Beliti dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan kontrol serta deteksi dini di seluruh area blok hunian. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan tidak terdapat potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran tata tertib yang dapat menghambat jalannya program pembinaan.
Langkah deteksi dini ini merupakan implementasi nyata prinsip pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, sehingga kondisi lapas tetap berada dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.
Usai pelaksanaan kontrol, kegiatan dilanjutkan dengan Sapa Kasih, di mana petugas bersama Taruna Poltekimipas berinteraksi langsung dengan warga binaan. Dalam suasana penuh keakraban, petugas mendengarkan berbagai aspirasi warga binaan, memberikan motivasi, serta mengajak mereka untuk terus mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disiapkan oleh pihak lapas.
Pendekatan humanis tersebut menjadi salah satu upaya membangun kepercayaan antara petugas dan warga binaan. Melalui komunikasi yang baik, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif serta mendukung proses pembinaan menuju perubahan perilaku yang lebih baik.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti menegaskan bahwa kegiatan deteksi dini yang dipadukan dengan Sapa Kasih merupakan bentuk komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, keamanan yang kokoh harus berjalan beriringan dengan pelayanan pembinaan yang berkualitas. Oleh karena itu, petugas tidak hanya berperan sebagai pengawas keamanan, tetapi juga menjadi pembimbing yang mampu memberikan motivasi kepada warga binaan agar siap kembali diterima di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Kehadiran Taruna Poltekimipas dalam kegiatan tersebut juga memberikan nilai tambah. Para taruna memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas pemasyarakatan, mulai dari proses deteksi dini, pengamanan blok hunian, hingga bagaimana membangun komunikasi yang efektif dengan warga binaan.
Pengalaman lapangan ini menjadi bekal penting bagi para taruna dalam memahami bahwa tugas pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan, pelayanan, serta penghormatan terhadap hak-hak warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui sinergi antara petugas Lapas dan Taruna Poltekimipas, diharapkan tercipta sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan mampu mewujudkan lapas yang aman, tertib, serta mendukung keberhasilan proses rehabilitasi dan pembinaan warga binaan.
Dengan pelaksanaan deteksi dini secara rutin yang dibarengi pendekatan persuasif kepada warga binaan, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berorientasi pada pembinaan menuju Indonesia yang lebih baik.
(Red/An)













