Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Bujang dan Dehe Musi Rawas 2026 yang berlangsung meriah di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Sabtu (18/07/2026) malam.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud bersama Wakil Bupati H. Suprayitno, serta dihadiri unsur Forkopimda, Perwakilan Kapolres Musi Rawas, anggota DPRD, Perwakilan Kajari, Perwakilan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, para Asisten Setda, kepala OPD, dan seluruh camat se-Kabupaten Musi Rawas.
Malam puncak pemilihan Bujang dan Dehe bukan sekadar ajang kontes penampilan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mencetak generasi muda yang mampu menjadi wajah Kabupaten Musi Rawas dalam mempromosikan potensi pariwisata, seni budaya, pendidikan, lingkungan hidup, hingga kepemudaan.
Ketua pelaksana, H. Fatehhuddin (H. Fatbone), dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan Bujang dan Dehe memiliki tujuan besar untuk membangun karakter pemuda Musi Rawas yang berprestasi, berbudaya, serta siap menjadi duta pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, ajang ini memberikan kesempatan yang luas kepada generasi muda agar lebih mengenal potensi wisata, memahami kekayaan seni dan budaya daerah, serta mampu menjadi agen informasi yang mempromosikan Musi Rawas kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, para finalis diharapkan mampu menjadi duta di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, kepemudaan, olahraga hingga literasi. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan membawa pengaruh positif sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif dan budaya asing yang tidak sesuai dengan norma serta budaya Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat, kemampuan, wawasan, dan kreativitas sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri serta memperkuat kecintaan terhadap daerah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Fatehhuddin turut memperkenalkan jajaran dewan juri yang berasal dari berbagai bidang keahlian. Mereka terdiri dari akademisi, praktisi kesehatan dan psikologi, Putri Indonesia Sumatera Selatan, hingga pelaku seni dan fashion yang akan memberikan penilaian secara objektif terhadap seluruh finalis.
Ia juga memaparkan proses seleksi yang berlangsung cukup ketat. Awalnya, sebanyak 74 peserta mendaftarkan diri, terdiri dari 34 peserta putra (Bujang) dan 40 peserta putri (Dehe).
Seluruh peserta kemudian mengikuti serangkaian tahapan seleksi berupa administrasi, tes tertulis, serta wawancara. Dari proses tersebut dipilih 50 peserta terbaik, sebelum akhirnya disaring kembali hingga menghasilkan 28 finalis yang tampil pada malam Grand Final.
Para finalis diuji tidak hanya dari sisi penampilan, tetapi juga kemampuan berbicara di depan publik, wawasan kebudayaan, pengetahuan mengenai pariwisata Musi Rawas, etika, kepribadian, serta kemampuan menjadi representasi generasi muda daerah.
Pada akhir acara, panitia akan menetapkan pasangan Bujang dan Dehe Musi Rawas 2026, beserta Wakil I, Wakil II, Harapan I, Harapan II, Harapan III, Bujang-Dehe Berbakat, Favorit, serta kategori penghargaan lainnya yang nantinya akan mengemban tugas sebagai duta promosi Kabupaten Musi Rawas.
Kehadiran Bupati Hj. Ratna Machmud dan Wakil Bupati H. Suprayitno menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki potensi menjadi pemimpin masa depan sekaligus ikon promosi daerah.
Melalui ajang tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap budaya lokal, mampu menjaga identitas daerah, serta siap memperkenalkan potensi Musi Rawas di tingkat provinsi maupun nasional.
(Red/An)













