banner 728x250

Panen Raya Kangkung di Lapas Narkotika Muara Beliti, Bukti Warga Binaan Mampu Bangkit dan Produktif

Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti kembali membuahkan hasil positif. Pada Senin (18/5/2026), warga binaan sukses melaksanakan panen raya kangkung yang dibudidayakan di area pertanian lapas.

Panen raya tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kehidupan di dalam lapas tidak hanya identik dengan pembinaan keamanan semata, namun juga menjadi tempat membangun keterampilan, mental produktif, dan harapan baru bagi para warga binaan.

Hamparan kangkung yang tumbuh hijau subur menjadi hasil dari kerja keras warga binaan yang selama ini aktif mengikuti program pertanian. Mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan hingga panen dilakukan langsung oleh warga binaan dengan pendampingan petugas lapas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti mengatakan, program pertanian merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan sebagai bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat dan dapat diterapkan kembali di tengah masyarakat nantinya. Panen raya kangkung ini menjadi hasil dari kerja keras dan semangat mereka dalam mengikuti program pembinaan,” ujarnya.

Keberhasilan panen raya kangkung ini sekaligus menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai dan produktif. Bahkan, hasil pertanian tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan.

Suasana panen raya terlihat penuh semangat. Para warga binaan tampak antusias memanen kangkung yang tumbuh dengan kualitas baik. Mereka mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pertanian karena memberikan pengalaman baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas positif.

Salah satu warga binaan mengungkapkan bahwa kegiatan bertani membuat dirinya lebih percaya diri dan memiliki harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Program pembinaan berbasis pertanian ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan lapas yang lebih produktif dan edukatif. Selain mengurangi aktivitas negatif di dalam lapas, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki kemampuan kerja yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dengan konsistensi pembinaan seperti ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan agar tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memperoleh kesempatan memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *