banner 728x250

Rektor Unmura Tekankan Karakter, Inovasi dan Dampak Sosial: Mahasiswa Baru Jangan Hanya Kuliah, Harus Mampu Berkontribusi.

Ulasanrakyat.com  — Lubuklinggau.
Ratusan mahasiswa baru Universitas Musi Rawas (Unmura) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang digelar di Kampus A Universitas Musi Rawas, Jalan Pembangunan, Komplek Perkantoran Pemkab Musi Rawas, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Senin (21/09/2026).

Namun, PKKMB tahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Di hadapan ratusan peserta, Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim Syueb T, MS., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., ACPE, memberikan pesan yang menekankan bahwa kehidupan perguruan tinggi harus menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kreativitas sekaligus tempat mahasiswa mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut terangkum dalam tema PKKMB Unmura 2026, yakni “Unmura Berkarakter, Berinovasi, Berdampak untuk Masyarakat.”
Tema itu tidak hanya diposisikan sebagai slogan kegiatan. Rektor menegaskan bahwa tiga kata tersebut memiliki makna yang harus dipahami dan diwujudkan mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Pendidikan tinggi juga menuntut adanya pembentukan watak, kemampuan berpikir, keberanian berinovasi serta kesadaran terhadap konsekuensi dari setiap gagasan dan tindakan.

Rektor menjelaskan, berkarakter berarti memiliki watak, kepribadian, akhlak atau budi pekerti yang kuat, khas dan konsisten.

Karakter tersebut menjadi fondasi penting bagi mahasiswa ketika menghadapi berbagai tantangan selama berada di lingkungan perguruan tinggi.

Sebab, perjalanan pendidikan tidak selalu berjalan mulus. Mahasiswa akan menghadapi perbedaan kemampuan, karakter, pola pikir maupun latar belakang. Bahkan, berbagai hambatan dan kekurangan menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi.

Karena itu, mahasiswa baru diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.
Justru dari berbagai tantangan tersebut, mahasiswa dituntut belajar beradaptasi, melakukan evaluasi dan membangun karakter yang semakin kuat.

Karakter tangguh, kata Rektor, menjadi modal penting agar mahasiswa mampu menghadapi persoalan, menyelesaikan hambatan dan tetap bertanggung jawab terhadap proses pendidikan yang sedang dijalani.

Selain karakter, Rektor juga menekankan pentingnya inovasi.
Berinovasi dimaknai sebagai proses pembaruan, pengembangan atau menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa ide, metode, produk maupun alat yang berbeda dari sebelumnya.

Inovasi diharapkan tidak berhenti pada kreativitas semata. Lebih jauh, inovasi harus mampu menghasilkan nilai tambah dan menghadirkan solusi terhadap persoalan yang ada.

Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda dinilai memiliki ruang besar untuk mengembangkan gagasan dan kreativitasnya selama berada di perguruan tinggi.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya sendiri dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Saya yakin bisa berkreasi dan tepat waktu,” menjadi salah satu semangat yang ditekankan dalam proses pendidikan tersebut.

Pesan Rektor kemudian mengarah pada bagian ketiga dari tema PKKMB 2026, yakni berdampak untuk masyarakat.

Menurutnya, setiap perubahan dan inovasi memiliki konsekuensi. Dampaknya dapat memberikan manfaat besar apabila direncanakan dan dijalankan dengan baik.

Dampak positif tersebut dapat berupa peningkatan kesejahteraan ekonomi, kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi, perbaikan fasilitas umum hingga peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.

Namun, inovasi juga tidak selalu menghasilkan dampak positif apabila tidak disertai perencanaan dan tanggung jawab.

Perubahan yang tidak dipertimbangkan secara matang dapat memunculkan persoalan seperti kesenjangan sosial, pencemaran lingkungan, potensi konflik hingga menurunnya nilai-nilai kebersamaan.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi pribadi kreatif, tetapi juga harus mampu mempertanggungjawabkan dampak dari gagasan dan tindakan yang dilakukannya.

Pesan ini menjadi penting karena perguruan tinggi bukan hanya tempat mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat mempersiapkan diri untuk hadir dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Di hadapan mahasiswa baru, Rektor juga memberikan penekanan khusus mengenai kedisiplinan waktu dan prestasi.

“Kuncinya adalah tepat waktu dan berprestasi,” demikian penekanan yang disampaikannya kepada peserta PKKMB.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi membutuhkan komitmen dan kedisiplinan.
Tepat waktu bukan sekadar persoalan datang ke ruang kuliah sesuai jadwal. Lebih dari itu, kedisiplinan waktu merupakan bagian dari pembentukan sikap dan karakter mahasiswa.

Mahasiswa baru diharapkan mulai membangun kebiasaan menghargai waktu sejak hari pertama memasuki kehidupan kampus.

Sementara prestasi tidak semata-mata harus dimaknai dalam bentuk nilai akademik. Kreativitas, kemampuan berorganisasi, kemampuan memecahkan persoalan serta kontribusi positif juga menjadi bagian dari proses pengembangan diri mahasiswa.

Dalam proses evaluasi pendidikan, pihak universitas akan menyesuaikan dengan tahapan dan proses yang dijalani mahasiswa.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya menjalani perkuliahan secara rutin, tetapi juga memiliki target untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Rektor juga mengingatkan bahwa ratusan mahasiswa baru yang memasuki lingkungan Unmura datang dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Ada yang memiliki kemampuan akademik berbeda, karakter berbeda, pola pikir berbeda hingga pengalaman kehidupan yang berbeda.

Perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika kehidupan kampus.

Alih-alih menjadi penghalang, perbedaan diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk saling memahami, beradaptasi dan membangun kemampuan bekerja sama.

Kehidupan perguruan tinggi, pada akhirnya, bukan hanya tentang bagaimana seseorang mampu bersaing, tetapi juga bagaimana mampu hidup berdampingan, menghargai perbedaan dan membangun lingkungan akademik yang sehat.

Dengan pesan tersebut, PKKMB Unmura 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial untuk menyambut mahasiswa baru.

PKKMB menjadi titik awal untuk menanamkan kesadaran bahwa status sebagai mahasiswa membawa tanggung jawab yang lebih besar.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar akademik, tetapi juga diharapkan memiliki karakter kuat, mampu berpikir kreatif, berani menciptakan inovasi serta memahami dampak dari setiap tindakan yang dilakukan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi mahasiswa baru Unmura untuk membuktikan bahwa pendidikan yang mereka jalani nantinya tidak berhenti di lingkungan kampus.

Ilmu, kreativitas dan pengalaman yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan dapat dibawa keluar untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Dengan demikian, semangat “Unmura Berkarakter, Berinovasi, Berdampak untuk Masyarakat” tidak hanya menjadi tema PKKMB 2026, tetapi menjadi nilai yang diharapkan melekat dalam perjalanan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

Setelah penyampaian materi oleh Rektor, rangkaian PKKMB Universitas Musi Rawas Tahun 2026 dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama mahasiswa baru.

Sesi tersebut menjadi ruang interaksi bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai kehidupan kampus, karakter, inovasi, tanggung jawab, kedisiplinan serta peran mahasiswa dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Dari Kampus A Unmura, perjalanan ratusan mahasiswa baru pun resmi dimulai. Bukan sekadar perjalanan mengejar gelar, tetapi juga proses panjang untuk membentuk karakter, mengasah kemampuan, melahirkan gagasan dan membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *