banner 728x250

Tak Beri Ruang Penyelundupan, Lapas Narkotika Muara Beliti Perketat Pemeriksaan Pengunjung Demi Wujudkan Zero HALINAR

Ulasanrakyat.com – Musi Rawas.
Komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari barang-barang terlarang terus diperkuat. Salah satu langkah nyata yang kini menjadi fokus utama adalah memperketat pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung beserta barang bawaan yang masuk ke dalam lapas.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai modus penyelundupan narkotika, telepon genggam ilegal, maupun barang terlarang lainnya yang kerap memanfaatkan momen layanan kunjungan. Dengan pemeriksaan yang lebih ketat, Lapas Narkotika Muara Beliti ingin memastikan tidak ada celah sedikit pun yang dapat dimanfaatkan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) itu menjadi bagian dari implementasi komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam mendukung Program Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), sekaligus memperkuat sistem pengamanan yang menjadi prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Sejak memasuki area layanan kunjungan, setiap pengunjung diwajibkan melewati serangkaian prosedur pemeriksaan yang dilakukan secara ketat. Mulai dari verifikasi identitas, pemeriksaan badan, hingga pemeriksaan seluruh barang bawaan menggunakan prosedur yang telah ditetapkan.

Petugas menjalankan pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan mengedepankan profesionalisme, ketelitian, sikap humanis, serta tetap menghormati hak-hak setiap pengunjung. Pendekatan tersebut dilakukan agar keamanan tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, mengatakan bahwa layanan kunjungan merupakan salah satu titik yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi sehingga membutuhkan pengawasan ekstra.

Menurutnya, berbagai upaya penyelundupan barang terlarang dapat dilakukan dengan beragam modus. Karena itu, setiap petugas dituntut bekerja secara cermat dan tidak lengah dalam melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung maupun barang yang dibawa masuk ke lingkungan lapas.

“Pengawasan terhadap layanan kunjungan menjadi salah satu prioritas kami dalam menjaga keamanan lapas. Setiap pengunjung dan barang bawaan diperiksa secara teliti sesuai SOP. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mencegah masuknya narkotika, telepon genggam, maupun barang-barang terlarang lainnya sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Lapas Narkotika Muara Beliti tetap kondusif,” tegas Herdianto.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga warga binaan mengenai aturan layanan kunjungan. Pengunjung diingatkan agar tidak membawa barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas serta memahami konsekuensi hukum apabila mencoba melakukan penyelundupan.

Langkah edukatif tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan lapas bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak, terutama keluarga warga binaan yang datang berkunjung.

Herdianto menegaskan, keberhasilan menciptakan lapas yang aman dan kondusif hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen menjalankan perannya masing-masing. Kepatuhan terhadap aturan menjadi fondasi utama dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

“Dukungan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku menjadi faktor penting dalam mewujudkan Lapas Narkotika Muara Beliti yang bersih dari HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Kami akan terus meningkatkan pengawasan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berintegritas,” tambahnya.

Selain memperkuat pemeriksaan layanan kunjungan, evaluasi terhadap sistem pengamanan juga dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh prosedur berjalan efektif. Lapas Narkotika Muara Beliti berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemasyarakatan.

Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara konsisten, disiplin, dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti optimistis mampu mempertahankan situasi keamanan yang kondusif sekaligus mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Upaya tersebut menjadi bukti bahwa pemberantasan penyelundupan barang terlarang tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pengawasan ketat, edukasi kepada masyarakat, serta komitmen seluruh petugas untuk menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *