banner 728x250

Ancaman Hantavirus Jadi Sorotan, Lapas Narkotika Muara Beliti Perketat Kewaspadaan Lingkungan

Ulasanrakyat.com – Muara Beliti. Ancaman penyebaran penyakit menular berbasis lingkungan kini mulai mendapat perhatian serius di dunia pemasyarakatan. Tidak ingin kecolongan terhadap risiko penyakit yang dapat menyebar melalui tikus, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, bergerak cepat menggelar sosialisasi bahaya hantavirus sekaligus langkah-langkah pencegahannya, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 WIB di Aula Lapas tersebut menjadi bentuk antisipasi dini terhadap potensi penyebaran penyakit yang sewaktu-waktu dapat mengancam kesehatan penghuni lapas maupun masyarakat sekitar.

Sosialisasi dipandu langsung oleh jajaran staf medis lapas dan diikuti petugas pemasyarakatan, perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), keluarga pengunjung, hingga masyarakat sekitar lingkungan lapas. Suasana kegiatan berlangsung serius karena materi yang disampaikan menyangkut ancaman penyakit menular yang dapat berkembang cepat apabila sanitasi lingkungan diabaikan.

Dalam pemaparannya, tim medis menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui tikus sebagai vektor utama. Penularannya bisa terjadi lewat paparan urine, air liur, hingga kotoran tikus yang mencemari udara maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, peserta diingatkan agar tidak menganggap remeh persoalan kebersihan lingkungan, terutama di area yang rawan menjadi sarang tikus seperti gudang, saluran air, blok hunian, dapur, hingga sudut-sudut bangunan yang lembap dan jarang dibersihkan.

Pihak lapas menekankan bahwa langkah sederhana seperti menjaga kebersihan ruangan, membuang sampah pada tempatnya, menutup akses masuk tikus, hingga rutin membersihkan sarang tikus merupakan bagian penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit.

Tidak hanya fokus pada lingkungan lapas, edukasi juga diperluas hingga lingkungan rumah tinggal masyarakat. Hal ini dilakukan karena penyebaran penyakit tidak mengenal batas wilayah apabila pola hidup bersih dan sehat tidak diterapkan secara konsisten.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai gejala awal hantavirus seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan. Informasi itu dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini dan segera mencari penanganan medis apabila menemukan indikasi penularan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata lapas dalam menjaga kesehatan bersama sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh elemen terhadap pentingnya sanitasi lingkungan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi benteng utama dalam mencegah munculnya penyakit menular yang dapat membahayakan banyak orang.

“Kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan bersama-sama. Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk memutus potensi penyebaran penyakit,” ujar Herdianto.

Langkah preventif yang dilakukan Lapas Narkotika Muara Beliti ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan lingkungan. Apalagi kawasan dengan aktivitas padat dan mobilitas tinggi memiliki risiko lebih besar apabila pengawasan sanitasi tidak dilakukan secara maksimal.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya fokus pada aspek pembinaan warga binaan, tetapi juga aktif membangun budaya hidup sehat dan aman bagi seluruh penghuni serta masyarakat sekitar.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, pihak lapas berharap kesadaran tentang pentingnya kebersihan lingkungan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyakit menular.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *