banner 728x250

Rekrutmen Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Jadi Ujian Serius, Putra Daerah Siap Jawab Keluhan Air Bersih di Lubuk Linggau

Ulasanrakyat.Com – Lubuklinggau. Penutupan pendaftaran rekrutmen Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031 pada Senin (27/04/2026) pukul 16.00 WIB menjadi momentum penting yang dinanti masyarakat. Di balik proses administratif tersebut, tersimpan harapan besar akan lahirnya pemimpin baru yang mampu menjawab persoalan klasik layanan air bersih di Lubuklinggau.

Sejumlah kandidat telah melengkapi berkas pendaftaran, namun perhatian publik tertuju pada sosok Advokat Feri Isrop. Ia dikenal sebagai putra daerah yang selama ini aktif sebagai penggiat kontrol sosial dan vokal terhadap isu pelayanan publik.

Keikutsertaannya dalam seleksi ini bukan sekadar mencari posisi strategis. Feri mengaku terpanggil untuk ikut membenahi sektor air bersih yang selama ini masih menjadi keluhan utama masyarakat. Mulai dari distribusi yang tidak merata, tekanan air yang lemah, hingga pelayanan yang dinilai belum responsif, menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas.

Kondisi tersebut menjadikan posisi Direktur PDAM sebagai jabatan yang penuh tantangan. Bukan hanya soal mengelola perusahaan, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung pada kualitas hidup.

“Dengan Bismillah, siapa pun yang diberi amanah sebagai Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuk Linggau periode 2026–2031, semoga mampu mengatasi persoalan yang ada. Saya yakin seluruh calon yang mendaftar adalah profesional,” ujar Feri Isrop.

Ia menegaskan, kepemimpinan di PDAM harus dibangun di atas integritas dan tanggung jawab moral. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019, jabatan publik bukanlah ruang untuk mencari kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Tuhan.

“Ini bukan sekadar jabatan. Ini amanah besar. Jika tidak dijalankan dengan hati dan tanggung jawab, maka yang dirugikan adalah masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, manajemen, maupun masyarakat untuk bersama-sama mendorong perubahan. Menurutnya, pembenahan PDAM tidak cukup hanya dengan pergantian pimpinan, tetapi juga membutuhkan komitmen kolektif dan keberanian melakukan reformasi menyeluruh.

Rekrutmen ini pun dipandang sebagai titik balik yang menentukan arah masa depan PDAM Tirta Bukit Sulap. Transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi menjadi kunci agar terpilih figur yang benar-benar mampu bekerja, bukan sekadar mengisi jabatan.

Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, maka peluang untuk menghadirkan layanan air bersih yang merata, berkualitas, dan berkeadilan di Lubuk Linggau semakin terbuka lebar.

Kini, masyarakat menaruh harapan besar bahwa rekrutmen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan awal dari perubahan nyata yang selama ini dinantikan.

(Red/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *